RSS

Arsip Tag: siksa akhirat

Renungan tentang kematian 

Kematian.. Merupakan hal yang sangat ditakuti manusia. Namun, semua manusia pasti mati. Sesuai dengan apa yang telah ditulis Allah Swt.

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (Surat Ali `Imran: 185).

Kematian adalah sebuah proses yang harus dilalui manusia. Sebagaimana sebuah proses, akan ada hasil satelah proses tersebut yang akan diketahui setelah kematian.

Didalam kehidupan manusia, manusia selalu menghadapi masalah dari yang teringan sampai masalah yang paling berat. Dari yang kecil sampai yang paling besar. Dan kematian merupakan masalah terberat dan terbesar bagi manusia dalam proses kehidupannya.

Bisa dibayangkan, ketika malaikat maut mendatangi kita. Tak ada yang mampu kita lakukan. Hanya rasa sakit yang sangat meliputi seluruh tubuh ini dari ujung kaki ke kepala. Mulut tak mampu berbicara. Teriakan tolong pun tak mampu kita ucapkan. Kita hanya berhadapan satu lawan satu dengan sang Malaikat, tak mampu melawan, tak mampu berlari, sembunyi, teriak minta tolong. Hanya kepasrahan dan kesakitan yang kita rasakan.

Bahkan Nabi Muhammad, seorang ahli surga yang sangat dicintai Allah SWT dan umatnya  pun merasakan kesakitan yang sangat ketika beliau wafat. Mungkin saja rasa sakit yang beliau dapat lebih hebat dan lebih menyakitkan dari yang kita rasakan, karena beliau meminta pada saat kematiannya untuk menimpakan rasa sakit saat kematian semua umatnya kepadanya, jangan pada umatnya.

Kematian merupakan pisau tajam pemutus nikmat kehidupan di dunia. Semua yang berhubungan dengan dunia, putus seketika. Kecuali 3 hal : Sodaqoh jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya.

“Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (Surat An Nisa’: 78)

Proses kematian adalah cermin dari amal kehidupan kita didunia. Jika manusia mempunyai catatan amal yang baik, maka dia akan menemui proses kematian yang indah. Dan sebaliknya, jika manusia mempunyai catatan amal yang buruk, maka ia akan menemui proses kematian yang hina.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (Surat Ali ‘Imran: 102).

Selagi kita masih dapat menikmati kehidupan duniawi, pergunakanlah waktu sebaik-baiknya. Waktu tidak akan pernah kembali. Penyesalan tidak akan berdampak apapun. Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, 4: 341. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim).

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2017 in Renungan

 

Tag: , , ,