RSS

Arsip Tag: megawati

Anda Kafir ?

Sering kita mendengar perkataan tentang kafir saat ini. Apalagi melalui media sosial, yang merupakan sistem tercepat dalam menyampaikan suatu berita.

Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; plural كفّار kuffār) artinya adalah menolak atau tidak percaya akan ajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan ajaran yang di sampaikan oleh Rasul-Nya Muhammad S.A.W. atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari percaya (beriman). Kafir sering disandangkan dengan Musyrik  (مشرك, mereka yang beriman lebih dari satu Tuhan), dan muslim yang memanggil muslim lainnya kafir sering disebut dengan “takfir”.

Kafir secara mudah dapat diartikan menjadi orang yang beragama selain islam. Jadi kafir itu non muslim. Lebih sederhana lagi kalau ada orang yang tidak beragama islam, berarti ia kafir.

Namun saat ini banyak orang yang tidak terima atau tersinggung jika dikatakan kafir. Apalagi jika melihat di medsos, kita malah menjadi bingung sendiri, saling menghujat.

Ada muslim mengatakan kafir kepada sesama muslim, Aneh atas dasar apa muslim tersebut berkata kafir. Apakah yang dikatakan kafir tersebut sudah diganti kolom agama di KTP nya menjadi non muslim

Ada muslim mengatakan kafir kepada non muslim. Sebenarnya tidak perlu bilang kafir, karena mereka bukan muslim, maka otomatis mereka kafir.

Ada orang kafir mengatakan kafir kepada orang muslim. Lah iya kalo ini jelas terbalik….. Mungkin istilahnya bukan kafir ya, tergantung sebutan dari agamanya masing-masing. 

Ada orang kafir mengatakan kafir kepada sesama kafir. Lah ini yang lebih aneh. Jeruk makan jeruk,

Masalah kafir mengkafirkan dapat membuat orang menjadi bermusuhan. Andaikan mereka mengerti arti kata kafir, mungkin tidak akan terjadi seperti ini. Mungkin salah satu penyebab adalah kurangnya ilmu mengenai islam di masyarakat. Tuntutlah ilmu, dari semenjak lahir sampai ke liang lahat….

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2017 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , , ,

Jokowi VS Prabowo…..

imagesTahun 2014 merupakan tahun yang penting bagi bangsa Indonesia. Dimana pada tahun ini negara Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Umum yang ke 11 kalinya.

Setelah pemilu Legislatif pada bulan april lalu yang memunculkan PDI Perjuangan sebagai pemenang, kini masyarakat Indonesia menantikan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 juli. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, pada pilpres tahun ini hanya ada 2 kandidat capres yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Perang urat syaraf pada masa kampanye kali ini begitu ramai. Dimana-mana 2 kandidat presiden tersebut menjadi bahan obrolan dan diskusi yang menarik. Diberbagai media baik cetak maupun media elektronik berita mengenai 2 kandidat presiden tersebut menjadi headline harian. Di dunia maya, terlebih pada media sosial seperti facebook dan twitter, ramai orang saling serang dan saling mempengaruhi untuk memilih jagoannya.

Namun sangat disayangkan, perang urat saraf yang terjadi dunia maya sudah merupakan black campaign/kampanye hitam. Jarang ditemukan orang yang berkampanye melalui program/rencana dari dua kandidat presiden tersebut. Yang terjadi saat ini adalah tulisan-tulisan dari sisi negatif dua kandidat tersebut.

Prabowo beginilah, Prabowo begitulah

Jokowi beginilah, Jokowi begitulah

Masyarakat yang tidak mencerna sama sekali tulisan-tulisan di media sosial dari masing-masing kandidat tentu merasa bingung. Mereka menjadi ragu untuk memilih calonnya, karena ada berita-berita negatif dari calonnya tersebut. Masyarakat menjadi tidak tahu mana calon presiden yang baik, karena calon presiden yang ada berdasarkan sumber-sumber yang tidak jelas adalah orang yang zalim, korupsi, jahat, galak, tidak beragama, tidak mempunyai jiwa sosial, tidak beretika, pelanggar HAM, tidak jelas asal usulnya, tidak punya program, dll…..

Hal ini membuat kita menjadi resah, karena maraknya kampanye hitam dari masing-masing kubu membuat masyarakat semakin bingung. Tidak tahu lagi mau memilih calon yang mana. Dan efeknya adalah masyarakat yang tidak memilih (golput) menjadi semakin banyak.

Ayoooo…….

Kalian akan menjadi semakin bijak jika berkampanye positif.  Tidak menjelek/memojokkan salah satu kandidat presiden.

Jadilah bagian dari masa depan Indonesia yang lebih baik….

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2014 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , , ,