RSS

Arsip Tag: akhlak terpuji

Cengeng nya pelajar kita… 

Miris… Begitu melihat perilaku anak anak sekolah jaman  sekarang. Pelajar yang akan menjadi investasi di masa depan, seakan mematahkan semangat kita melihat masa depan yang lebih baik. 

Banyaknya Tawuran pelajar, pacaran dan seks bebas, narkoba, menjadi cermin kegagalan kita dalam mendidik remaja. Perilaku tersebut juga sekaligus menjadi bukti bahwa modernisasi membuat remaja kita kehilangan arah. 

Akhir akhir ini banyak berita yang mengangkat seorang guru yang dianiaya oleh siswa dan orang tua murid. Padahal karena kasus sepele seperti siswa yang tidak ikut upacara, siswa yang tidak mengerjakan PR, seorang guru memberikan  teguran atau menghukum siswa tersebut. Namun tindakan guru tersebut malah mendapat balasan dari siswa dan orang tuanya dengan menghakimi guru tersebut. Benar-benar perilaku cengeng dan tidak dapat diterima dengan akal sehat seorang guru dianiaya karena menegur dan menghukum siswa tersebut. Saya teringat ketika sekolah pada era tahun 80-90an, orangtua saya akan memarahi saya karena tindakan indisipliener di sekolah. Namun yang terjadi sekarang malah sebaliknya, orangtua lah yang menghakimi guru tersebut, karena tindakan indisipliener anaknya.

Saya juga miris melihat perilaku seks menyimpang pada remaja saat ini. Banyaknya kasus seks bebas, pemerkosaan membuat kita khawatir akan masa depan remaja saat ini. Bahkan dengan kecanggihan teknologi saat ini, dimana pelajar sudah memiliki hp/gagdet sendiri membuat siswa dengan mudah mengakses situs berkonten pornografi. Dengan gadget pula banyak remaja yang sengaja mendokumentasikan gaya pacaran dan seks bebas mereka dan diunggah ke Internet. Dengan tidak malu bahkan bangga, video tersebut disebar melalui media sosial. 

Banyak lagi kasus kasus penyimpangan perilaku remaja saat ini. Bagaimana dengan masa depan mereka. Bagaimana dengan masa depan anak-anak kita nantinya. 

Perilaku menyimpang para remaja saat ini karena pembinaan akhlak untuk remaja sangat kurang. Mereka dibiarkan bebas berkembang tanpa ada pengawasan ketat dari orang tua. Kurangnya pendidikan agama di keluarga dan sekolah, dan sibuknya mencari nafkah para orang tua, ditambah lagi orangtua yang terlalu memanjakan anaknya, membuat para remaja berkembang liar. 

Orangtua yang berakhlak mulia akan melahirkan anak yang berakhlak mulia juga. Begitu juga sebaliknya. Pembinaan akhlak saat ini tidak hanya harus diberikan kepada anak-anak saja, tetapi juga kepada orangtua. Agar mereka dapat menjadi contoh untuk anak-anak nya bagaimana bertingkahlaku saat ini. 

Orangtua juga harus mampu mendidik anak untuk tidak cengeng, mampu menyelesaikan persoalan nya sendiri dengan baik. Tidak serta merta di setiap persoalan anak, orang tua campur tangan. 

Hal seperti ini lah yang kurang di masyarakat kita. Ingat, anak anak yang berakhlak mulia adalah investasi para orang tua di akhirat nanti. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak anak kita menjadi anak soleh yang berahklak mulia, jika kita tidak mampu menjadi contoh dan guru bagi anak anak kita. 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Agustus 2016 in Renungan

 

Tag: , ,

Revolusi Akhlak sebelum Revolusi Mental

Revolusi mental, itulah slogan yang sering di dengar pada masa pemerintahan presiden Jokowi. Mental dapat diartikan sebagai hal yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Menurut kamus besar bahasa indonesia, mental bermakna aktivitas jiwa, cara berfikir, dan berperasaan. Jadi Revolusi Mental dapat diartikan sebagai aktivitas mengubah kualitas manusia kearah yang lebih bermutu dan bermental kuat dalam berbagai aspek dengan jangka waktu yang cepat.

Satu ucapan dari presiden Joko Widodo yaitu :

“Satu hal yang kita butuhkan adalah revolusi mental dari negativisme kearah positivisme”. Berarti merubah semua perilaku negatif/salah menjadi perilaku yang positif/benar.

Sesuai dengan jargon revolusi mental tersebut, untuk merubah mental masyarakat ke arah yang positif, diperlukan landasan yang kuat agar revolusi mental tersebut berjalan dengan baik. Dasar tersebut berupa akhlak yang baik/terpuji, dalam bahasa arab disebut akhlak Mahmudah/Karimah.

Perkataan akhlak berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, adat kebiasaan.

Sedangkan Karimah berarti mulia, terpuji, baik.

Manusia yang mempunyai sifat Akhlakul Karimah, adalah manusia yang dapat menjaga segala perbuatan dan tingkah laku dengan baik, dan tidak tersejerumus kedalam perilaku yang buruk/tercela yang dalam bahasa arb disebut dengan Akhlakul Madhmumah.

 

Manusia yang paling sempurna dan mulia akhlak nya adalah Nabi Muhammad SAW. “Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak (budi pekerti) yang amat tinggi” (Al Qalam : 4).

Merubah mental masyarakat Indonesia, bukanlah perkara yang mudah. sering kita mendengar istilah “mental tempe”. Suatu istilah yang tidak lazim namun sudah banyak di pergunakan. Orang bermental tempe adalah bermental kemaren, tidak berani, penakut, hanya berani ketika lawan sudah pergi. Orang bermental tempe akan mudah patah semangat, satu kali kegagalan akan menjadi sebuah trauma yang berkepanjangan.

Rusaknya akhlak masyarakat Indonesia, saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya korupsi yang dilakukan pejabat, perilaku seks bebas, pesta narkoba, pemerkosaan dan pembunuhan, tawuran remaja, hal-hal itulah yang rutin mengisi berita setiap hari. Hal ini disebabkan karena mereka tidak takut untuk melakukan sebuah dosa besar.

Pengaruh globalisasi/modernisasi barat dan mudahnya masyarakat mengakses internet menjadi pintu masuk utama dari rusaknya akhlak. Ditambah lagi dengan siaran-siaran dari televisi yang tidak memperdulikan nilai-nilai islam, menjadi panutan remaja Indonesia saat ini. Kita bisa melihat tayangan-tayangan televisi pada jam-jam tayang utama, mayoritas berisikan acara yang tidak berguna sama sekali. Ada sinetron yang menayangkan anak SMP berpacaran dan anak SD sudah puber, acara live berisi candaan yang tidak mendidik, tayangan film/sinetron India pamer aurat, dll

Kerusakan akhlak seseorang dapat mengganggu ketentraman orang lain. Jika penyimpangan akhlak terjadi dalam skala besar pasti berakibat rusaknya masa depan bangsa dan negara. Olehnya itu, harusnya revolusi akhlak menjadi tujuan utama sebelum revolusi mental.

Agar kita mempunyai akhlak yang bagus/terpuji kita bisa belajar dari Rasulullah SAW. Dalan Alqur’an surah Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik”. Dia lah manusia yang patut dicontoh, dengan belajar dari kisah hidup Rasulullah, Alquran, dan riwayat hadits-hadist sahih, maka inysaallah kehidupan kita akan menjadi lebih bermanfaat kembali.

Syauqi Bek, seorang penyair Mesir mengungkapkan bahwa eksistensi suatu bangsa, sangat tergantung pada akhlak dan moral, jika moral dan ahklak suatu bangsa rusak, maka akan rusak dan hilanglah masa depan bangsa tersebut.

Insyaallah kita semua termasuk orang-orang yang berakhlakul Karimah. Aamiin

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juli 2016 in Renungan

 

Tag: , , ,

Moral Bangsa Baik, Kesejahteraanpun Meningkat

Moral merupakan salah satu masalah terbesar dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Dilema buruknya moral bangsa Indonesia menjadi salah satu penyebab sulit berkembangnya bangsa ini untuk keluar dari masalah krisis. Memang agak jauh jika mencoba mencari titik temu antara perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan perbaikan moral masyarakat. Namun jika moral/akhlak masyarakat dan pemimpin bangsa Indonesia baik, bukan tidak mungkin tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.

Menumpuknya persoalan bangsa ini tidak lepas dari perilaku kotor sejumlah elit poitik. Banyaknya kasus korupsi menjadi indikator bahwa moral bangsa ini sudah dibawah titik terendah. Sejak jaman pemerintahan presiden Suharto sampai sekarang (SBY), problematika bangsa ini seperti tidak ada perbaikan. Para pemimpin negara tersebut tentu saja sudah mencoba mengatasi problematika bangsa ini dengan program-program yang telah mereka canangkan. Namun kembali lagi kepada masalah moral, jika moral bangsa ini masih seperti saat ini, siapapun presidennya dan apapun partainya tidak akan bisa memperbaiki kondisi negara ini hanya dalam jangka waktu 5-10 tahun.

Selain masalah korupsi yang seperti membumi di negeri ini, ada banyak masalah lainnya yang mesti di perhatikan. Seperti masalah disiplin nasional, pembalakkan liar, eksplorasi anak dibawah umur, pelecehan seksual, SARA, narkoba, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang ada. Hal ini seperti cermin diri masyarakat indonesia, bahwa moral bangsa ini memang rapuh.

Ketika seseorang anak masuk sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan dengan tingkat pendidikan SMP, dan SMA sudah terdoktrin pada pelajaran PMP/PPKN yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia adalah bangsa yang ramah tamah dan suka menolong. Tapi pada kenyataannya mungkin bertolak belakang dengan hal itu. Bangsa Indonesia saat ini dinilai sebagai sebuah bangsa yang cenderung liar, bangsa pembajak, bangsa yang kotor, bangsa yang korupsi. Masih banyak julukan bagi bangsa Indonesia saat ini.

Masalah moral sudah diberikan pada anak-anak pada mata pelajaran agama. Dimana dalam ilmu agama tersebut sang anak dituntut untuk mempunyai pribadi yang bagus dengan akhlak yang terpuji. Namun sama seperti pelajaran PMP/PPKN, hasil dari pendidikan agama tersebut belum terasa memuaskan. Hal ini mungkin lebih disebabkan guru dan murid yang hanya mengejar nilai tinggi dalam pelajaran tersebut, tanpa diimbangi oleh perbaikan moral dan akhlak mulia dari muridnya.

Demikian juga dengan sikap dari kalangan orang tua. Orang tua hanya menuntut nilai yang tinggi dan anak mempunyai prestasi disekolah, tanpa melihat lagi bagaimana perkembangan moral dan akhlak dari anaknya.

Setelah pulang dari belajar di sekolah, sang anakpun banyak yang mengikuti pendidikan agama/ madrasah/TPA pada sore harinya. Tetapi sekali lagi, jika sang anak sudah bisa shalat dan membaca Al Quran dengan baik, maka orang tua dan guru sudah puas dengan hasil yang didapat. Tetapi masalah moral dan akhlak tidak/ kurang menjadi perhatian.

Hal-hal seperti diatas menjadi salah satu kegagalan dalam upaya pendidikan moral dan akhlak anak bangsa ini. Inilah yang membuat moral anak bangsa ini semakin terpuruk. Kurangnya kontrol dari guru dan orang tua menyebabkan sang anak seringkali lepas kontrol. Ditambah lagi dengan pengaruh dari lingkungan sekelilingnya. Moral anak seperti inilah yang kemudian terbawa terus kedalam hidup sang anak sampai anak tersebut menjadi dewasa. Bahkan terbawa ketika anak sudah memasuki dunia kerja.

Alangkah lebih baiknya jika program utama pemerintah saat ini lebih di fokuskan kepada perbaikan moral masyarakat Indonesia. Bukan tidak mungkin jika moral masyarakat Indonesia baik, maka kesejahteraan rakyatpun akan semakin meningkat. Tetapi kita juga tidak bisa merubah moral bangsa ini dalam 1-2 tahun saja. Melainkan butuh puluhan tahun untuk membentuk karakter bangsa ini menjadi baik……..

“Didalam masyarakat yang bermoral baik, terdapat bangsa yang baik pula”

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Februari 2010 in Sepak Pojok

 

Tag: , ,