RSS

Arsip Kategori: Sepak Pojok

Bicara tentang kopi… 

Kopi, sebuah minuman yang hampir semua orang dewasa pernah merasakannya. Kopi merupakan kebutuhan pokok bagi mereka yang sudah terkena candunya. 
Saya termasuk pencinta kopi. Segala jenis kopi rasanya sudah pernah saya minum, kecuali kopi sianida ala Jessica. Entah kenapa saya bisa ketagihan sama kopi. Jika tidak minum kopi dalam satu hari saja, rasanya ada yang masih kurang, dan saya juga merasa pusing jika satu hari itu belum minum kopi. Apakah perasaan ini sama dengan perasaan orang lain yang juga pecandu kopi. Ataukah ini hanya perasaan saya saja (baper)… 

Namun baru setelah puluhan tahun menjadi penggemar kopi, saya baru tahu cara pengolahan biji kopi menjadi kopi yang enak. Dan bagaimana cara memilih biji kopi agar mendapatkan kopi berkualitas super. Kalo dalam hal ini, jelas saya kalah telak dengan musang/ luwak, yang pandai memilih biji kopi berkualitas. 

Puslit kako (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao), yang akan dikembangkan menjadi STP (Science Techno Park) kopi dan kakao, disanalah saya menemukan banyak ilmu mengenai kopi. Tentang bagaimana cara budidaya tanaman kopi, pengolahan kopi, sampai dengan penyajian kopi ternyata banyak ilmunya. 

Dari sana pula saya jadi tahu, ternyata setiap daerah punya ciri khas rasa kopi yang berbeda. Tergantung pola penanaman, bibit, iklim, dan juga pengolahan kopi. 

Dan dari sana pula saya tahu, ternyata kopi-kopi dalam bentuk sachet yang banyak diedarkan di warung-warung, merupakan kopi berkualitas rendah. Dan juga kopi kopi yang disediakan  gratis di setiap kamar hotel, merupakan kopi yang tidak karuan rasanya. 

Kopi yang baik adalah kopi yang tingkat keasamannya tinggi, dan mengeluarkan harum khas kopi yang menggugah selera. 

Saya juga baru tahu kalau selama ini cara saya dalam membuat minuman kopi adalah salah. Biasanya jika saya membuat kopi, kopi dan gula dimasukan ke dalam cangkir, lalu masukan air panas, kemudian diaduk. Dan itu sudah saya lakukan bertahun-tahun lamanya. Seharusnya kopi dimasukan dahulu kedalam cangkir, lalu tuangkan air panas. Diamkan selama 2-3 menit, lalu masukan gula sesuai selera. 

Minumlah kopi, karena dari secangkir kopi, kita dapat belajar bahwa rasa pahit itu dapat dinikmati….   

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Oktober 2016 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , , , , , ,

Merubah Nasib dengan Wirausaha

“Allah akan merubah nasib seseorang, jika orang tersebut berusaha merubah nasibnya sendiri”

Begitu penggalan kalimat yang diambil dari Firman Allah SWT, yang selalu teringat di kepala saya. Jalan hidup seseorang yang penuh liku-liku, cobaan, masalah, termasuk masalah keuangan membuat saya harus memutar otak agar dapan memenuhi kebutuhan hiduo keluarga.

Penghasilan dari seorang PNS di Jakarta, terasa masih kurang di jaman ini. Apalagi kondisi ekonomi di Indonesia yang masih morat marit membuat sebagian besar masyarakat termasuk saya harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

“PNS yang bisa kaya adalah PNS pejabat Es 1 dan Es. II, Jika ada PNS di luar kelompok itu bisa kaya, berarti dia “Korupsi”.

Ada lagi sebagian orang “sirik” berpendapat seperti diatas. Membuat saya penasaran, apa iya PNS kecil Gol 1,2 dan 3 tidak bias kaya dengan cara yang jujur. Statement seperti itu harus bisa saya rubah.

“PNS tidak punya jiwa wirausaha, PNS hanya pekerja yang hanya bisa mendapatkan uang dari Negara”. Ini juga statetment dari masyarakat awam yang harus dapat saya patahkan teorinya.

Mulai tanggal 1 juli 2015, saya berhasil membuka toko beras di komplek LIPI Citayam, Blok C11, No.5. Toko beras kecil dimana saya menaruh harapan besar akan perubahan nasib kehidupan. Toko beras kecil yang akan dapat membuat memotivasi besar untuk saya untuk menjadi besar. Toko beras kecil yang insyaallah akan menjadi besar. Amiin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2015 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , ,

Bekam itu Enak….

alat-bekamBekam merupakan cara pengobatan sesuai sunah Nabi Muhammad SAW. Pengobatan melalui bekam sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak masuknya Islam ke tanah air. Semarak dengan mahalnya biaya pengobatan di rumah sakit, termasuk dengan obat-obatannya, pengobatan alternatif menjadi “naik kelas”.

Sudah lama saya ingin ikutan merasakan di bekam. Namun niat itu baru kesampaian pada saat ini. Kali pertama saya datang ke tempat bekam dengan niat yang kuat, namun apadaya saya disuruh pulang lagi karena saya ketahuan baru makan. Memang orang yang ingin dibekam dianjurkan tidak makan terlebih dahulu minimal 4 jam. Pikir saya, makan dulu saja sebelum dibekam karena biar kuat. Namun justru salah, jika sehabis makan kita langsung dibekam ditakutkan perut kita akan mual dan bisa muntah. Alhasil, saya pulang kerumah dengan perasaan kecewa.

Hari berikutnya saya datang, tentu saja saya tidak makan dulu. Saya pun diterima..alhamdulillah jadi juga dibekam.

Perasaan takut karena sakit menghinggapi saya pada saat menunggu sang “pembekam” mempersiapkan dan membersihkan alat-alatnya. Namun rasa takut tersebut perlahan hilang setelah sang “Pembekam” dapat meyakinkan saya bahwa bekam itu tidak sakit.

9 titik di punggung saya, dan keluar cukup banyak darah hitam/kotor menandakan bahwa tubuh saya ini sudah terhinggapi banyak racun. Setelah selesai dibekam, bagian kepala dan muka saya kemudian dipijat/ditotok untuk melancarkan peredaran darah. Banyak penyakit yang dapat dicegah/diobati dengan metode bekam seperti, hipertensi, gula darah, alergi, jantung, stroke, dan masih banyak lagi penyakit yang dapat diatasi dengan bekam. Bahkan bekam dapat juga untuk mengobati pasangan suami istri yang susah/belum dikarunia anak. Subhanallah…

Dan ternyata, Alahamdulillah. Setelah dibekam, saya merasakan tubuh saya merasa enak, ringan, ceria, pernafasan lancar, dada terasa plong. Dan saya pun kembali bersemangat kembali untuk menjalani rutinitas hidup ini….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Agustus 2014 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , , ,

Jokowi VS Prabowo…..

imagesTahun 2014 merupakan tahun yang penting bagi bangsa Indonesia. Dimana pada tahun ini negara Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Umum yang ke 11 kalinya.

Setelah pemilu Legislatif pada bulan april lalu yang memunculkan PDI Perjuangan sebagai pemenang, kini masyarakat Indonesia menantikan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 juli. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, pada pilpres tahun ini hanya ada 2 kandidat capres yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Perang urat syaraf pada masa kampanye kali ini begitu ramai. Dimana-mana 2 kandidat presiden tersebut menjadi bahan obrolan dan diskusi yang menarik. Diberbagai media baik cetak maupun media elektronik berita mengenai 2 kandidat presiden tersebut menjadi headline harian. Di dunia maya, terlebih pada media sosial seperti facebook dan twitter, ramai orang saling serang dan saling mempengaruhi untuk memilih jagoannya.

Namun sangat disayangkan, perang urat saraf yang terjadi dunia maya sudah merupakan black campaign/kampanye hitam. Jarang ditemukan orang yang berkampanye melalui program/rencana dari dua kandidat presiden tersebut. Yang terjadi saat ini adalah tulisan-tulisan dari sisi negatif dua kandidat tersebut.

Prabowo beginilah, Prabowo begitulah

Jokowi beginilah, Jokowi begitulah

Masyarakat yang tidak mencerna sama sekali tulisan-tulisan di media sosial dari masing-masing kandidat tentu merasa bingung. Mereka menjadi ragu untuk memilih calonnya, karena ada berita-berita negatif dari calonnya tersebut. Masyarakat menjadi tidak tahu mana calon presiden yang baik, karena calon presiden yang ada berdasarkan sumber-sumber yang tidak jelas adalah orang yang zalim, korupsi, jahat, galak, tidak beragama, tidak mempunyai jiwa sosial, tidak beretika, pelanggar HAM, tidak jelas asal usulnya, tidak punya program, dll…..

Hal ini membuat kita menjadi resah, karena maraknya kampanye hitam dari masing-masing kubu membuat masyarakat semakin bingung. Tidak tahu lagi mau memilih calon yang mana. Dan efeknya adalah masyarakat yang tidak memilih (golput) menjadi semakin banyak.

Ayoooo…….

Kalian akan menjadi semakin bijak jika berkampanye positif.  Tidak menjelek/memojokkan salah satu kandidat presiden.

Jadilah bagian dari masa depan Indonesia yang lebih baik….

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2014 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , , ,

Mensterilkan jalur busway di jakarta…

Sosok Muhammad Daivi sekarang menjadi sorotan publik karena ulahnya yang menjulurkan kaki di halte busway. Busway kick diperkenalkan oleh Daivi dengan cara dengan menjulurkan kaki kanan seperti menendang dan atau mengangkat jempol terbalik.

Peristiwa ini disoroti karena tindakan dari daivi tersebut dinilai terlalu berani dan berbahaya bagi dirinya. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang mendukung tindakan daivi tersebut. Tindakan tersebut berawal dari kekesalan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi trans Jakarta, melihat bahwa jalur busway yang seharusnya bersih dari kendaraan pribadi dan lancar menjadi jalur “tol” bagi mobil, motor, dan kendaraan umum untuk menghindari kemacetan.

Jalur busway memang seharusnya steril dari kendaraan selain busway. Namun faktor kemacetan dan budaya masyarakat Jakarta yang terkenal “semaunya sendiri dan sulit diatur” menjadi penyebab masih banyaknya kendaraan pribadi dan kendaraan umum masuk ke jalur busway.

Berbagai usaha telah diterapkan untuk menjaga jalur tersebut tetap steril seperti pemasangan portal, meninggikan batas jalur jalan agar kendaraan lain tidak dapat masuk, sampai upaya penerapan sangsi berupa denda kepada kendaraan yang masuk jalur busway, namun upaya ini tampaknya belum membuahkan hasil yang maksimal.

Ada beberapa usulan untuk menjaga jalur busway tetap steril dari kendaraan pribadi dan umum selain kendaraan yang sudah ditentukan sebelumnya, namun ide tersebut termasuk ide “gila” karena sulit direalisasikan. Yaitu :

  1. Menggunakan alat semacam radar/sensor untuk mematikan kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Sensor tersebut dipasang di titik-titik strategis, jika ada kendaraan lain yang terkena sensor tersebut maka kendaraan tersebut akan mogok/mati total dan langsung berhenti sampai ada petugas/polisi yang datang untuk membuka kunci sensor pada kendaraan tersebut dengan nomor PIN yang didapat setelah pengendara tersebut lunas membayar denda yang sudah ditentukan nominalnya. Tentunya diperlukan mobil Derek dalam jumlah yang cukup banyak mengingat akan banyak kendaraan yang mogok di jalur busway.
  2. Menggunakan sensor/radar untuk menyemprotkan cat yang tidak dapat dihilangkan pada kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Cat tersebut akan otomotis keluar, jika ada kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Tentunya cat tersebut tidak akan dapat dihilangkan dengan air dan soda, melainkan harus dicat ulang agar kendaraan yang terkena semprotan tadi menjadi bersih kembali.
  3. Menempatkan petugas/polisi di jalur busway untuk menghentikan kendaraan yang masuk. Apabila ada mobil pribadi atau kendaraan umum yang masuk maka petugas tersebut berhak memberi cat/stempel yang besar di mobil tersebut dengan tulisan “Mobil ini telah bersalah karena masuk ke jalur busway”. Namun apabila ada motor yang masuk jalur busway, petugas/polisi berhak mencopot/mengambil ban depan motor tersebut tanpa ada kompromi lagi.
  4. Menempatkan sniper/penembak misterius di tempat-tempat strategis, dengan perintah “tembak mati” bagi pelanggar jalur busway.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 November 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , ,

Panjat Pinang dan Balap Karung…

benderaTak terasa pada agustus tahun 2013 ini bangsa Indonesia merayakan Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 68. Setelah dua tahun masyarakat Indonesia tidak merayakan gegap gempita pesta kemerdekaan karena bertepatan dengan ibadah puasa bulan ramadhan, tahun 2013 ini masyarakat dapat merasakannya kembali.

Perayaan tujuhbelasan di masyarakat, identik dengan lomba-lomba. Entah sejak kapan, aneka perlombaaan ini mulai digelar. Tahukah anda, sejak kapan lomba-lomba seperti panjat pingang, balap kerupuk, balap karung, mulai diadakan ?

Saya juga belum mendapatkan literatur yang pasti sejak kapan perayaan tujuhbelasan diisi oleh perlombaaan. Namun seteleh ditelusuri, saya menemukan asal muasal lomba panjat pinang dan balap karung diselenggarakan, namun saya juga belum tahu pasti sumber kebenaran cerita ini.

Lomba panjat pinang berasal dari jaman penjajahan Belanda dan merupakan hiburan bagi orang-orang Belanda pada acara-acara besar, dan orang-orang pribumi yang menjadi pesertanya.  Orang-orang Belanda tertawa melihat bagaimana orang-orang pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah beras, gula, makanan dan pakaian yang mereka anggap mewah. Mungkin karena itulah lomba ini selalu diadakan pada peringatan kemerdekaan,  sebagai lambang kebebasan bangsa kita dari kekuasaan bangsa lain.

Lomba balap karung sendiri juga dimulai sejak jaman penjajahan belanda. pada waktu penjajahan belanda,belanda menjajah kita sampai ketulang sumsum kita,semua habis dijajah oleh mereka,sampai sampai pun bangsa pribumi tidak memiliki pakaian untuk menutupi tubuh mereka. Akhirnya para penduduk pribumi memakai karung goni untuk menutupi tubuh mereka…

Sungguh menyakitkan perilaku penjajah saat itu.saking kesalnya setelah penjajah tersebut pergi, para pribumi menginjak nginjak karung goni tersebut,sebagai rasa pelampiasan kekesalan mereka,,
Nah itulah asal mula dari perlombaan balap karung tersebut,dari mulai dijajah,mengenakan karung goni sebagai pakaian,sampai akhirnya menginjak nginjak karung.

Namun kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan asal muasal lomba-lomba tujuh belasan. Yang lebih penting dari itu semua adalah makna kemerdekaan bagi kita, dan bagaimana kita berbakti kepada Negara Indonesia. Dan yang tak kalah penting juga adalah bagaimana kita menghargai jasa-jasa para pahlawan Indonesia.

“Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya”

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 68

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , ,

Keriput-keriput Jakarta di Usia 486 Tahun

Sebagai ibukota negara, jakarta merupakan sebuah kota megapolitan. Namun dibalik kemegahan kota tersebut banyak masalah yang menyelimuti kota ini.
Masalah banjir, macet, kriminalitas yang tinggi selalu menghiasi kota ini setiap saat.
Persoalan-persoalan yang melanda jakarta bukan hanya disebabkan oleh buruknya infrastruktur yang ada, melainkan juga disebabkan oleh ulah penduduk jakarta sendiri.
Contoh yang paling nyata terlihat di jalan raya. Penyebab utama kemacetan adalah perilaku pengendara motor/mobil yang tidak tertib. Hal ini dapat kita lihat sendiri di jalan. Rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan seolah hanya sebagai penghias jalan, lampu merah tak dihiraukan. Perlilaku pengendara di jalan raya yang liar, bukan hanya merugikan pengendara itu sendiri namun juga merugikan pengendara jalan lainnya.

Banyak traffic light yang hanya sebagai hiasan semata. Sebagai perbandingan, di luar negeri jika traffic light sudah berwarna kuning maka semua kendaraan menurunkan kecepatan kendaraannya hingga berhenti. Tetapi di Indonesia, jika traffic light berwarna kuning justru banyak kendaraan yang sengaja menambahkan kecepatannya dengan harapan terlepas dari lampu merah. Bahkan jika lampu sudah berwarna merahpun, masih banyak kendaraan yang menyelonong melintas dengan seenaknya.

Hal lain yang menjadi perhatian serius adalah komunitas pengendara motor. Seperti menjadi raja jalanan, para pengendara motor ini seakan bebas untuk melanggar peraturan lalulintas. Mudahnya cara mendapatkan sepeda motor semakin membuat jalanan di Jakarta ini seperti lautan motor. Apalagi kondisi jalan yang macet pada jam kerja, membuat banyak orang yang beralih menggunakan motor pada saat ini.

Selain masalah lalu lintas yang semrawut, masih banyak lagi problematika kota jakarta saat ini. Salah satu hal yang mesti mendapat perhatian serius adalah masalah banjir. Masalah banjir di jakarta juga disebabkan oleh perilaku jorok warganya. Banyaknya sampah di sungai setiap musim hujan datang, menyebabkan banjir yang rutin menyapa jakarta setiap tahunnya. Ditambah lagi sistem drainase yang buruk dan kurangnya kawasan hijau di Jakarta menjadikan Jakarta ini daerah yang “Wajib” banjir setiap tahun.

Permasalahan lain yang masih menghantui Jakarta adalah pemukiman kumuh. Pemukiman ini  banyak tersebar di jalur kereta api, bantaran sungai, kolong jembatan, tanah kosong tak berpenghuni, sekitar pasar tradisional, dll. Mereka umumnya sudah bertahun-tahun menempati wilayah itu. Ada juga yang sudah sampai beranak cucu disitu. Bahkan jika ada penggusuran, mereka meminta ganti rugi walaupun bukan mereka yang memiliki lahan tersebut.

Ya..inilah wajah ibukota tercinta kita. Semakin tua umurnya, semakin banyak masalahnya, dan semakin keriput rupanya…

Selamat ulang tahun Jakarta yang ke 486 tahun…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , ,