RSS

Arsip Kategori: Fotografi

Jelita nya Teluk Donggala…

IMG_20141204_043303Teluk Donggala yang berada di kota Palu memang elok. Ombak yang tenang, dengan semilir angin yang membuat mata merem melek. Air yang jernih, di kelilingi oleh gugusan bukit hijau yang mempesona.

Enam tahun lalu saat saya kesini, saya tidak sempat menikmati keindahan teluk ini, Namun kali ini saya benar-benar tidak mau melewatkan kesempatan yang mungkin tidak akan terjadi lagi.

IMG_20141203_165227

Dimulai dari sop kaledo. Ah, rasa makanan yang satu ini memang membuat kita kangen. Memang jika dilihat dari penampilan makanan ini, terlihat tidak menarik. Namun jika sudah merasakan kuahnya satu tetes saja, dijamin lidah kita akan mengharap tambah. Saya kembali berfikir tentang makanan ini, jika hanya kaki lembu saja yang digunakan untuk membuat sop ini, lalu kemana itu bagian daging yang lain dari lembu donggala.

Lanjut mengenai Teluk Donggala…..saya tidak bisa melanjutkan cerita ini,

Biarlah merasakan sendiri bagaimana rasanya berada di teluk Donggala pada waktu senja dan pagi hari.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Desember 2014 in Fotografi

 

Tag: , , , ,

Gambar

Antara Keraton Jogja dan Prambanan

DSC04449DSC04446DSC04450DSC04501DSC04497DSC04495DSC04490DSC04489DSC04487 DSC04486 DSC04460 DSC04459 DSC04458 DSC04456 DSC04455 DSC04453 DSC04452   DSC04446DSC04537DSC04535DSC04542DSC04524DSC04514DSC04542DSC04541

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Agustus 2013 in Fotografi

 

Tag: , , , , , , ,

Digital VS Konvensional

Booming kamera digital akhir-akhir ini mampu menggusur keberadaan kamera konvensional. Kamera konvensional yang sudah digunakan oleh umat manusia dalam satu abad ini, tidak mampu lagi menandingi kamera digital. Keberadaan kamera digital yang mempunyai karakteristik tersendiri dalam media penyimpanan foto, mampu menandingi kamera konvensional yang masih menggunakan rol film/ slide sebagai media penyimpanannya. Namun belum seluruhnya masyarakat menggunakan kamera digital. Karena harga satu buah kamera digital yang masih belum tersentuh oleh masyarakat lapisan ekonomi bawah.

Semenjak kamera digital muncul, sudah tidak ada lagi upaya untuk mengembangkan kamera konvensional agar mampu bertahan. Ini bisa dilihat dari tidak adanya kamera baru yang muncul yang menawarkan fitur-fitur menarik dan revolusi pada media penyimpanan datanya.

Unsur media penyimpan data memang menjadi unsur utama dalam fotografi. Media rol film yang diusung oleh kamera konvensional kalah jauh dibanding kamera digital. Jika dalam kamera digital, orang bisa langsung melihat hasil foto yang diabadikannya. Maka dalam kamera konvensional, orang harus menuggu proses pencucian dan pencetakkan film untuk melihat hasil karyanya. Jika dalam kamera digital, orang bisa menyimpan sampai ribuan foto dalam kartu memorinya. Maka dalam kamera konvensional, orang hanya mampu menyimpan 36 foto saja dalam satu rol film. Dan belum tentu, foto yang disimpan dalam rol tersebut bagus semua, karena mungkin saja ada beberapa foto yang gelap, tidak fokus, buram, dan hal ini tidak bisa dihapus atau diperbaiki. Lain halnya dengan kamera digital, yang karya fotonya dapat langsung dihapus jika foto tersebut dianggap jelek oleh pembuatnya.

Dengan kamera digital. Orang langsung dapat mencetak foto melalui komputer. Dapat pula disimpan dalam album foto yang berisikan ribuan foto di dalam memori komputer. Namun deengan kamera konvensional, orang harus menyimpan film/ slide mereka dalam tempat khusus agar tidak mudah rusak. Dengan kamera konvensional, orang harus menscan foto agar dapat disimpan di komputer atau ditampilkan di internet, tidak halnya dengan kamera digital, dimana orang tinggal copy paste ke album di komputer atau upload di internet.

Dengan kamera digital, orang dapat menghapus foto di kartu memori apabila foto tersebut jelek. Ataupun jika kartu memori tersebut sudah penuh, memorinya dapat dihapus atau dikosongkan semua. Praktis sekali dan hemat. Jika dibandingkan dengan kamera konvensional yang film nya tidak dapat dihapus atau dikosongkan kembali. Karena jika rol film tersebut penuh, maka perlu rol film baru yang kosong untuk menggantikannya. Dan hal ini sangat boros. Belum lagi jika ditambah dengan ongkos cuci film.

Namun dibalik sifatnya yang praktis, terdapat pula kelemahan dalam kamera digital. Karena sifatnya yang langsung dapat disimpan di memory komputer, membuat orang dapat dengan mudah merubah foto tersebut dengan menambahkan atau mengurangi gambar tersebut. Ini membuat keaslian karya foto seseorang, mudah sekali di duplikasi dan dirubah oleh orang lain. Bahkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, suatu foto artis dapat dibuat menjadi foto mesum dan bugil. Ini merugikan orang yang dirubah fotonya, karena hal ini menyangkut privasi dan nama baik seseorang.

Jika sudah bicara hobby, masalahnya menjadi lain. Bagi mereka yang penggemar fotografi, dan pertama kali belajar fotografi menggunakan kamera konvensional SLR, penggunaan kamera konvensional masih dilakukan.. Karena itu menyangkut keasyikan tersendiri yang tidak akan pernah didapat oleh kamera digital. Pengguna kamera ini akan sangat bangga jika mereka menunjukkan foto mereka, karena keaslian foto tersebut sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka akan sangat puas sekali dengan karya yang dihasilkan oleh kamera SLR konvensional. Apalagi jika mereka sendiri yang mengerjakan proses pencucian fotonya melalui kamar gelap. Sangat mengasyikan. Dan hal itu lah yang tidak didapatkan dari kamera digital manapun.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Desember 2008 in Fotografi

 

Tag: , , ,

Mengabadikan Perjalanan Anda

Sebuah perjalanan menyimpan sejuta kenangan. Dan foto menjadi “tempat” untuk mengabadikan kenangan tersebut. Itu sebabnya kamera selalu menjadi peranti yang tak boleh terlupakan bagi seorang traveler.

Kini, memotret jauh lebih mudah dengan hadirnya kamera digital. Hampir dalam segala hal, kamera digital memberi kemudahan dibandingkan kamera-kamera “jadoel”. Jika dulu Anda harus membawa sejumlah rol film, kini cukup dengan sekeping kartu memori. Kartu memori jenis SD (secure digital) misalnya, ukurannya tak lebih besar dari keping uang logam, tapi kapasitasnya dapat menampung ratusan hingga ribuan foto.

Bagi Anda yang awam dengan teknik pemotretan, dulu tentu direpotkan dengan urusan pencahayaan. Namun, kini Anda tak perlu repot lagi karena semua sudah diambil alih oleh “kecerdasan” kamera. Apalagi, dengan hadirnya layar LCD yang memungkinkan melihat tampilan obyek, Anda sudah dapat memperkirakan hasil foto sebelum menjepretkan kamera digital.

Jika Anda cukup memahami teknik-teknik dasar pemotretan, menggunakan kamera digital tentu lebih menyenangkan lagi. Terbuka lebar ruang untuk berkreasi bagi Anda yang ingin membuat hasil foto tertentu. Umumnya kamera digital sudah menyediakan mode pemotretan yang sudah diprogram terlebih dahulu, misalnya untuk pemotretan di malam hari atau untuk memotret anak-anak dan benda bergerak. Anda tinggal mengatur kamera pada mode tersebut, dan jepretkan kamera. Mudah sekali bukan?

Tips bepergian

Akan tetapi, kenangan perjalanan dapat hilang selamanya jika Anda tidak mempersiapkan kamera digital dengan baik. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan?. Berikut beberapa tips sebelum anda memulai perjalanan:

  1. Sediakan kartu memori dengan kapasitas yang cukup. Anda tentu tidak mau repot-repot membawa laptop dan setiap kali mentransfer hasil foto bukan? Selain menyita waktu, membawa-bawa laptop sangat tidak praktis dan berisiko-entah rusak atau hilang di jalan. Lebih baik Anda membawa kartu memori berkapasitas besar atau tambahan kartu memori cadangan. Jika hendak menukar kartu memori, perhatikan dengan saksama sehingga Anda tidak mencabutnya saat kondisi kamera masih hidup.
  2. Mungkin Anda bertanya, berapa kapasitas kartu memori yang dibutuhkan. Pertanyaan ini tentu saja terpulang kembali pada kebutuhan Anda: berapa lama perjalanan yang Anda lakukan dan seberapa baik kualitas gambar yang Anda inginkan. Tabel di bawah memberi gambaran banyaknya gambar yang dapat Anda ambil menggunakan kartu memori dengan kapasitas 512 MB, berdasarkan besar (resolusi) dan kualitas gambar.
  3. Jangan lupa membawa charger atau baterai cadangan. Sebagai sumber daya, baterai merupakan “nyawa” kamera digital. Ada kamera yang menggunakan baterai yang relatif murah-bisa menggunakan baterai alkaline-, ada juga yang mahal. Jika Anda berencana melakukan perjalanan panjang-katakan, menembus hutan seharian-dan sepanjang jalan kemungkinan Anda aktif memotret, sangat dianjurkan untuk membawa baterai cadangan. Anda dapat menghemat pemakaian bateri dengan mematikan LCD.
  4. Jika Anda bepergian ke daerah pegunungan atau negara sub-tropis yang hawanya dingin, perhatikan cadangan baterai Anda. Pasalnya, suhu dingin dapat memengaruhi kemampuan baterai dan bisa menguranginya hingga tinggal seperempatnya. Bawalah cadangan baterai lebih banyak. Jika memungkinkan, bawa juga dry box dan silica gel untuk melindungi kamera Anda.
  5. Bawalah tripod untuk membantu pemotretan pada situasi-situasi tertentu. Tripod sebenarnya bukan monopoli fotografer profesional. Ada banyak situasi di mana Anda membutuhkan tripod, misalnya pada saat senja di mana cahaya matahari sudah tidak kuat lagi, atau juga saat cuaca mendung. Tripod sendiri banyak macamnya. Pilihlah jenis yang kecil dan memiliki sarung yang mudah dibawa-bawa.
  6. Kamera digital merupakan perangkat canggih yang dapat rusak apabila jatuh atau terkena air. Oleh karena itu, pastikan Anda membawanya dengan berhati-hati selama perjalanan. Jika tidak sedang dipakai, masukkan ke dalam sarung atau tas. Hati-hati juga agar kamera digital Anda tidak terkena air. Lebih baik lagi jika Anda membawa kamera yang tahan segala cuaca (all weather)
  7. Manfaatkan fitur-fitur kamera untuk mendapatkan variasi dan hasil gambar yang optimal. Beberapa kamera digital juga telah dilengkapi fitur-fitur untuk editing dan koreksi, misalnya fasilitas D-lightin, yang memungkinkan Anda melakukan penambahan pencahayaan pada hasil gambar yang kurang pencahayaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 November 2008 in Fotografi

 

Tag:

Teknik Dasar Fotografi

Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.

MENGENAL KAMERA DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Kamera
Ada beberapa jenis kamera seperti:

  1. View finder kamera
  2. View kamera
  3. Twin lens camera (Box)
  4. S.L / Single Lens Refflex
  5. Instamatic camera
  6. Palaraid kamera
  7. Kamera digital

Bagian-bagian kamera
Lensa
Menurut macamnya dikenal lensa normal sudut lebar, lensa dan lensa tele. Lensa normal adalah lensa yang sudut pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal (50 mm). Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih kecil dari normal. Dan lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal. Gabungan dari ke tiga lensa disebut lensa zoom (zoom lens). Selain itu masih ada lensa tambahan seperti lensa makro, lensa C.U dan lain-lain

Diafragma Diafragma adalah sejumlah lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau kecil. Bilangan diafragma disebut stop biasanya disingkat F. contohnya : F4 ,F5, F8 dan seterusnya. Diafragma bisa diatur dengan merubah angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1. 16.

Kecepatan /rana /shutter speed
Rana adalah sejenis tirai yang dapat dibuka selama waktu tertentu, misalnya 1/60 detik Fungsi rana atau kecepatan adalah sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya kebidang film serta untuk melindungi film dari cahaya. Rana pada kamera ada dua macam menurut gerakannya: Rana pusat dan Rana celah. Biasanya angka kecepatan pada kamera tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya. Angka-angka 1.2, 4, 8,15 menunjukkan lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan seterusnya.
T: time, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.
B: Blub, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.
T dan B : dipergunakan untuk pencahayaan lebih dari 1 detik.

Fokus (Pengatur Jarak)
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Untuk menajamkan gambar pada bidang film kita perlu mengatur jarak atau focus pada kamera dengan cara memutarnya lalu melihatnya pada jendela bidik.
Untuk memfocuskan gambar pada kamera ada beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambar rangka, micro prisma.

Skala tajam (ruang tajam)
Ada tiga faktor yang menentukan ruang tajam yaitu:

– Lensa, masing-masing lensa menghasilkan ruang tajam yang berbeda.
– Jarak pemotretan, makin jauh objek yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.
– Diafragma, makin kecil lubang diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang tajamnya semakin sempit.

Film
Film yang dijual dipasaran ada dua macam yaitu: film negatif dan film positif.
Film negatif terbagi dua: film negatif B/W dan negatif color dan film positif pun terbagi dua B/W dan color.
Masing-masing pabrik mengeluarkan standar kepekaan film umpamanya ASA Amerika , JIS jepang dan DIN Jerman. Film yang ber ASA tinggi berbutir kasar dan film yag ber ASA rendah berbutir halus.
Hal-hal yang penting diperhatikan waktu membeli film baik film negatif atau positif yaitu pada masa kadaluarsa film, bahan prosessing, tempat menjual film kena terik matahari atau terlindung.

SETTING KAMERA UNTUK MELAKUKAN PEMOTRETAN

Siapkan Kamera yang akan dipergunakan :
Bersihkan body kamera dari debu menggunakan brower atau kain planel.
Bersihkan lensa kamera dengan lens cleaner (pembersih lensa).
Pasang lensa ke body kamera. Perhatikan titik yang ada di lensa dan yang dibody kamera harus saling ketemu kemudian putarlah lensa berlawanan arah jarum jam sampai tertedangar bunyi klik.
Pasang batu baterei kamera.
Pasang pegangan lensa seperti filter dan sun cup

Mengisi film
Cabutlah engkol kombinasi penggulung film ke atas sampai punggung kamera terbuka secara otomatis.
Masukkan film ke dalam kamera jepit film dengan baik dan forforator film harus masuk di gigi pembawa film.
Film yang mengandung emulsi menghadap ke lensa kamera.
Kemudian tutup punggung kamera dan tekan sampai terdengar klik.
Untuk mengetes apakah film sudah terpasang baik atau tidak, kokanglah kamera apa bila engkol penggulung film berputar ke arah yang berlawanan dengan arah panah penggulung film, berarti film sudah terpasang dengan benar.

Menyetel kecepatan ASA film dan kecepatan rana
Pastikan ASA yang digunakan dan sesuaikan kecepatan rana dengan kemampuan anda. Hindari menggunakan kecepatan rendah, karena gambar akan kabur bila anda memotretnya kurang mampu, gunakan kaki tiga bila anda terpaksa menggunakan kecepatan rendah. Peganglah kamera dengan tangan kiri, posisi kaki kuda-kuda dan mata mengintip di jendela pengamat.

Memfokuskan lensa,
Intiplah kedalam lubang pengamat dan arahkan kamera, sehingga objek utama tampak ditengah lingkaran kecil poros mikroprisma.
Cara memfokus gambar patah (split image),
Putarlah gelang fokus sampai bagian atas dan bawah dari split image dalam lingkaran poros mikroprisma bertemu membentuk objek yang utuh.
Cara fokus mikroprisma
Putarlah gelang fokus sampai objek dalam lingkaran poros mikroprisma tampak terang.
Kalau anda kesulitan dengan cara diatas waktu memfokuskan, gunakanlah seluruh bidang kaca sekeliling lingkaran poros mikroprisma, cara ini biasa digunakan pada pemotretan malam hari. Atur komposisi sesuai dengan storyboard (rancangan gambar).
LS: long shoot, FS: fokus shoot, MS: medium shoot, CU:clouse up

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 22 November 2008 in Fotografi

 

Tag: