RSS

Bukan Hujatan…Tetapi Doa

05 Agu

Kurang puasnya masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dituangkan kedalam hujatan /cacian/ ejekan di media sosial (Medsos)  Kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, langsung menuai respon negatif dari masyarakat. Apalagi dari kelompok masyarakat yang berseberangan dengan pemerintah.

Hal seperti ini dilarang dalam agama Islam. Hujatan/celaan terhadap seseorang yang tidak sesuai, akan menimbulkan fitnah. Jelas tertuang dalam Al Quran surat Al Hujurat, ayat 11,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Pemimpin kita adalah cerminan dari kita sendiri. Karena banyaknya kerusakan akhlak pada masyarakat. Allah akan menjadikan pemimpin dari kaum kita sendiri. Yang akan mewakili sebagian besar sifat kita.

Dalam sebuah ayat Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129).

“Demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (QS. al-An’am : 129).

Media social lah yang menjembatani celaan dan hujatan terhadap pemimpin kita tersebut. Hal ini membuat kita miris, bukankah media sosial tersebut dapat kita pergunakan untuk hal-hal yang bernilai positif. Media sosial bukanlah tempat untuk menyebarkan hal-hal provokatif seperti yang berbau sara dan politik. Menghujat, mencela para pemimpin kita, tidak akan memberikan dampak yang positif bagi Negara ini. Malah akan menimbulkan masalah yang sangar bagi Negara.  Pengaruhnya sangat besar, bagi yang mereka yang menerima mentah-mentah berita tersebut tanpa kroscek kebenaranya kembali, akan semakin menimbulkan kebencian kepada pemerintah. Dan hal seperti ini lah yang harus di hindari. Karena semakin banyak kebencian terhadap pemerintah, maka semakin banyak pula program-program dari pemerintah yang tidak akan berjalan

Sikap kita yang paling baik adalah mendoakan kebaikan bagi para pemimpin kita, agar dapat menjadi pemimpin yang amanah, adil, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita juga sebaiknya mendoakan para pemimpin untuk selalu berjalan di jalan Allah dengan berpatokan Al Quran dan Hadist dalam semua hal. Kita juga harus mendoakan semoga para pemimpin tersebut mendapat taufiq kepada kebenaran, semoga mereka mendapat pertolongan, semoga Allah memberi mereka pembantu-pembantu yang shalih dan semoga Allah membebaskannya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan teman-teman yang jahat.

Dengan mendoakan para pemimpin, selain kita mendapat pahala atas doa kita, kita pun juga memberikan sumbangsih terhadap pembangunan Negara ini.
Tidak menghina pemimpin tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن

“Barangsiapa yang menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR al-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?”   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)

Maka sebaiknya kita hindari hujatan/celaan tersebut. Apabila kita tidak secara langsung dapat membangun Negara ini, marilah kita mulai dengan doa. Agar Negara ini dapat menjadi lebih baik.
 

Sesungguhnya Allah tidaklah mengubah suatu kaum, sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du [13]: 11)

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2016 in Renungan

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: