RSS

Revolusi Akhlak sebelum Revolusi Mental

28 Jul

Revolusi mental, itulah slogan yang sering di dengar pada masa pemerintahan presiden Jokowi. Mental dapat diartikan sebagai hal yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Menurut kamus besar bahasa indonesia, mental bermakna aktivitas jiwa, cara berfikir, dan berperasaan. Jadi Revolusi Mental dapat diartikan sebagai aktivitas mengubah kualitas manusia kearah yang lebih bermutu dan bermental kuat dalam berbagai aspek dengan jangka waktu yang cepat.

Satu ucapan dari presiden Joko Widodo yaitu :

“Satu hal yang kita butuhkan adalah revolusi mental dari negativisme kearah positivisme”. Berarti merubah semua perilaku negatif/salah menjadi perilaku yang positif/benar.

Sesuai dengan jargon revolusi mental tersebut, untuk merubah mental masyarakat ke arah yang positif, diperlukan landasan yang kuat agar revolusi mental tersebut berjalan dengan baik. Dasar tersebut berupa akhlak yang baik/terpuji, dalam bahasa arab disebut akhlak Mahmudah/Karimah.

Perkataan akhlak berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, adat kebiasaan.

Sedangkan Karimah berarti mulia, terpuji, baik.

Manusia yang mempunyai sifat Akhlakul Karimah, adalah manusia yang dapat menjaga segala perbuatan dan tingkah laku dengan baik, dan tidak tersejerumus kedalam perilaku yang buruk/tercela yang dalam bahasa arb disebut dengan Akhlakul Madhmumah.

 

Manusia yang paling sempurna dan mulia akhlak nya adalah Nabi Muhammad SAW. “Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak (budi pekerti) yang amat tinggi” (Al Qalam : 4).

Merubah mental masyarakat Indonesia, bukanlah perkara yang mudah. sering kita mendengar istilah “mental tempe”. Suatu istilah yang tidak lazim namun sudah banyak di pergunakan. Orang bermental tempe adalah bermental kemaren, tidak berani, penakut, hanya berani ketika lawan sudah pergi. Orang bermental tempe akan mudah patah semangat, satu kali kegagalan akan menjadi sebuah trauma yang berkepanjangan.

Rusaknya akhlak masyarakat Indonesia, saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya korupsi yang dilakukan pejabat, perilaku seks bebas, pesta narkoba, pemerkosaan dan pembunuhan, tawuran remaja, hal-hal itulah yang rutin mengisi berita setiap hari. Hal ini disebabkan karena mereka tidak takut untuk melakukan sebuah dosa besar.

Pengaruh globalisasi/modernisasi barat dan mudahnya masyarakat mengakses internet menjadi pintu masuk utama dari rusaknya akhlak. Ditambah lagi dengan siaran-siaran dari televisi yang tidak memperdulikan nilai-nilai islam, menjadi panutan remaja Indonesia saat ini. Kita bisa melihat tayangan-tayangan televisi pada jam-jam tayang utama, mayoritas berisikan acara yang tidak berguna sama sekali. Ada sinetron yang menayangkan anak SMP berpacaran dan anak SD sudah puber, acara live berisi candaan yang tidak mendidik, tayangan film/sinetron India pamer aurat, dll

Kerusakan akhlak seseorang dapat mengganggu ketentraman orang lain. Jika penyimpangan akhlak terjadi dalam skala besar pasti berakibat rusaknya masa depan bangsa dan negara. Olehnya itu, harusnya revolusi akhlak menjadi tujuan utama sebelum revolusi mental.

Agar kita mempunyai akhlak yang bagus/terpuji kita bisa belajar dari Rasulullah SAW. Dalan Alqur’an surah Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik”. Dia lah manusia yang patut dicontoh, dengan belajar dari kisah hidup Rasulullah, Alquran, dan riwayat hadits-hadist sahih, maka inysaallah kehidupan kita akan menjadi lebih bermanfaat kembali.

Syauqi Bek, seorang penyair Mesir mengungkapkan bahwa eksistensi suatu bangsa, sangat tergantung pada akhlak dan moral, jika moral dan ahklak suatu bangsa rusak, maka akan rusak dan hilanglah masa depan bangsa tersebut.

Insyaallah kita semua termasuk orang-orang yang berakhlakul Karimah. Aamiin

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juli 2016 in Renungan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: