RSS

Indikator Keberhasilan Utama (IKU) Manusia…

16 Okt

Hidup adalah persinggahan
Kembali ke masa lalu.
Apakah bisa ?
Tapi untuk apa ?
Mengoreksi kehidupan masa lalu, agar kehidupan sekarang dapat lebih baik ?

Sering kita teringat akan kehidupan masa lalu. Masa lalu yang memiliki banyak kenangan. Masa lalu yang suram, yang pahit dan manis.
Imam Godzali pernah menanyakan kepada muridnya, Hal apa yang paling jauh dari kita ? Jawabannya adalah masa lalu. Karena kita tidak akan mungkin kembali lagi kesana.
Ya, masa lalu adalah cerminan kehidupan kita saat ini. Masa lalu adalah tolok ukur kehidupan masa kini.
Keberhasilan pada diri kita saat ini adalah buah kerja keras kita pada masa lalu.
Ketidakberhasilan kita pada masa kini, adalah buah dari keterlenaan kita pada masa lalu.
Lalu, apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan kita pada saat ini. Apakah harta yang berlimpah, Jabatan tinggi, Keluarga yang bahagia,
Semua yang berhasil kita dapat saat ini di dunia, seperti harta yang banyak, jabatan yang tinggi, keluarga yang harmonis, kehormatan, ketenaran, anak-anak kita…apakah itu semua merupakan tolok ukur keberhasilan hidup kita di dunia.

Ataukah tolok ukur keberhasilan kita di dunia ini adalah kebahagian. Lantas kebahagiaan yang seperti apa…bukan kah manusia selalu mendapat cobaan dalam kehidupan di dunia ini. Hal yang mustahil kalau ada manusia yang dapat hidup bahagia terus sampai akhir hayatnya, tanpa adanya masalah dalam kehidupan.
Bukankah kebahagiaan yang abadi adalah kebahagiaan di akhirat nanti ?
Kembali ke persoalan semula, Lantas apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan hidup manusia di dunia ? jawabannya tidak ada yang tahu.
Manusia yang berhasil dalam kehidupan saat ini adalah manusia yang lulus ujian di dunia ini.
Indikator keberhasilan hidup di dunia adalah kematian yang khusnul khotimah.
Keberhasilan hidup didunia ini dapat kita rasakan setelah kita melewati fase kematian.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita mampu menjawab semua pertanyaan Munkar dan Nakir dengan sempurna.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita tahu bahwa begitu lapangnya kuburan kita, dan kita ditemani oleh sosok gaib yang menyejukan mata yang merupakan simbol dari amal kehidupan kita di dunia ini.
Keberhasilan hidup kita di dunia ini dapat kita ketahui setelah kita mendapatkan tempat yang tertinggi di akhirat nanti, dan bersanding dengan orang orang yang salih lainnya. Suatu tempat yang indah, yang adalah tempat dimana kita dapat merasakan semua puncak kenikmatan kehidupan di akherat.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita mampu lolos dari jilatan api neraka yang super panas dan tak tertanding.
Dunia merupakan suatu persinggahan, dimana didalamnya terdapat banyak ujian, cobaan, tangis, dan tawa. Tak ada yang abadi dalam Kehidupan. semua yang abadi adalah milik Allah SWT. Begitu pula dengan kehidupan manusia.
Semua kebahagian dan kesuksesan kita saat ini, bukan merupakan tolok ukur keberhasilan kita hidup dunia.
Setiap manusia mempunyai kehidupan masing masing. Tak ada manusia yang memiliki jalan kehidupan sama dengan manusia lainnya. Manusia adalah makluk unik. Milyaran manusia yang hidup sejak jaman Nabi Adam, mempunyai jalan kehidupan yang berbeda-beda. Namun satu tujuan..yaitu mencapai keberhasilan hidup di dunia.
Mari kita perbaiki sisa kehidupan kita. Tak perlu menyesali kehidupan masa lalu yang suram, karena keberhasilan kita hidup di dunia ada tolok ukurnya. Yaitu Jannah..surganya Allah SWT.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2015 in Renungan

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: