RSS

Kendari

23 Jun

Turun dari pesawat kami dihadang oleh hujan yang cukup lebat. sekitar setengah jam kami menunggu untuk dijemput di bandara, akhirnya penjemput yang kami tunggu datang juga. Perjalanan dari bandara menuju hotel Grand Clarion sebenarnya tidak terlalu jauh. Namun ditengah jalan, banyak terdapat jembatan-jembatan yang sedang dibetulkan. Sehingga ini menghambat perjalanan kami menuju hotel. Lelah setiba di hotel, ternyata saya masih harus menunggu untuk masuk kamar yang sedang dibersihkan setelah tamu terdahulu check out selama 1 jam.

Malam hari setelah kami beristirahat di hotel, kami mencari makan di lokasi dekat hotel. Ternyata di depan kami, sepanjang jalan menuju pantai kendari banyak dijumpai warung-warung makan. Kebanyakan warung-warung tersebut menjual makanan dari ikan laut. Kami pun dengan lahap menyantap ikan bawal segar yang dibakar lengkap dengan lalapan dan tempe goreng. Nikmat sekali, apalagi ditambah dengan semilir angin yang behembus dari laut. Setelah makan malam, kami berjalan-jalan sebentar di Lipo Mall sambil membeli makanan dan  minuman untuk dibawa ke hotel.

Pagi hari setelah sarapan, kami melanjutkan kunjungan kami ke Balitbang Sulawesi Tenggara hingga pukul 11 siang. Stelah selesa acara tersebut kamipun mencari makan. Ya ini lah saya cari, sinonggi. Makanan khas dari daerah Kendari yang terbuat dari sagu. Mirip papeda. Dengan berbagai pilihan kuah saya pun menyantap sinonggi tersebut dengan lahap. Walaupun pertama kali makan sagu, yang menurut saya cukup aneh rasanya, namun rasa dari kuah yang segar membuat saya makan sangat banyak.

Setelah  puas menikmati makan siang, kami pun berkeliling mencari oleh-oleh. Ternyata cemilan unggulan disini terbuat dari biji jambu mete. Cukup banyak variasi makanan olahan dari biji mete tersebut. Ada coklat, kripik, dan berbagai macam kue.
Puas berbelanja, saya langsung beristirahat dihotel. Dan malam harinya, kami makan malam di salah satu warung yang ada di teluk Kendari. Sambil menunggu makanan siap, kami menyantap pisang bakar ape. Ditemani oleh suara debur ombak yang menyatu dengan suara musik dangdut koplo…waww.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Juni 2014 in Catatan Perjalanan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: