RSS

Mensterilkan jalur busway di jakarta…

15 Nov

Sosok Muhammad Daivi sekarang menjadi sorotan publik karena ulahnya yang menjulurkan kaki di halte busway. Busway kick diperkenalkan oleh Daivi dengan cara dengan menjulurkan kaki kanan seperti menendang dan atau mengangkat jempol terbalik.

Peristiwa ini disoroti karena tindakan dari daivi tersebut dinilai terlalu berani dan berbahaya bagi dirinya. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang mendukung tindakan daivi tersebut. Tindakan tersebut berawal dari kekesalan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi trans Jakarta, melihat bahwa jalur busway yang seharusnya bersih dari kendaraan pribadi dan lancar menjadi jalur “tol” bagi mobil, motor, dan kendaraan umum untuk menghindari kemacetan.

Jalur busway memang seharusnya steril dari kendaraan selain busway. Namun faktor kemacetan dan budaya masyarakat Jakarta yang terkenal “semaunya sendiri dan sulit diatur” menjadi penyebab masih banyaknya kendaraan pribadi dan kendaraan umum masuk ke jalur busway.

Berbagai usaha telah diterapkan untuk menjaga jalur tersebut tetap steril seperti pemasangan portal, meninggikan batas jalur jalan agar kendaraan lain tidak dapat masuk, sampai upaya penerapan sangsi berupa denda kepada kendaraan yang masuk jalur busway, namun upaya ini tampaknya belum membuahkan hasil yang maksimal.

Ada beberapa usulan untuk menjaga jalur busway tetap steril dari kendaraan pribadi dan umum selain kendaraan yang sudah ditentukan sebelumnya, namun ide tersebut termasuk ide “gila” karena sulit direalisasikan. Yaitu :

  1. Menggunakan alat semacam radar/sensor untuk mematikan kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Sensor tersebut dipasang di titik-titik strategis, jika ada kendaraan lain yang terkena sensor tersebut maka kendaraan tersebut akan mogok/mati total dan langsung berhenti sampai ada petugas/polisi yang datang untuk membuka kunci sensor pada kendaraan tersebut dengan nomor PIN yang didapat setelah pengendara tersebut lunas membayar denda yang sudah ditentukan nominalnya. Tentunya diperlukan mobil Derek dalam jumlah yang cukup banyak mengingat akan banyak kendaraan yang mogok di jalur busway.
  2. Menggunakan sensor/radar untuk menyemprotkan cat yang tidak dapat dihilangkan pada kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Cat tersebut akan otomotis keluar, jika ada kendaraan lain yang masuk ke jalur busway. Tentunya cat tersebut tidak akan dapat dihilangkan dengan air dan soda, melainkan harus dicat ulang agar kendaraan yang terkena semprotan tadi menjadi bersih kembali.
  3. Menempatkan petugas/polisi di jalur busway untuk menghentikan kendaraan yang masuk. Apabila ada mobil pribadi atau kendaraan umum yang masuk maka petugas tersebut berhak memberi cat/stempel yang besar di mobil tersebut dengan tulisan “Mobil ini telah bersalah karena masuk ke jalur busway”. Namun apabila ada motor yang masuk jalur busway, petugas/polisi berhak mencopot/mengambil ban depan motor tersebut tanpa ada kompromi lagi.
  4. Menempatkan sniper/penembak misterius di tempat-tempat strategis, dengan perintah “tembak mati” bagi pelanggar jalur busway.
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 November 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: