RSS

pengemis semarang

12 Okt

Semarang, kota ini adalah salah satu kota besar di Indonesia. Sebagai salah satu kota besar, wajar jika Semarang dijadikan salah satu kota tujuan perantau.
Namun banyak perantau yang tidak memiliki ketrampilan ataupun pendikan yang memadai. Alhasil, perantau tersebut tidak akan mampu untuk bertahan hidup dikota besar. Untuk pulang ke kampung halamanpun mereka akan malu dan tidak mau karena belum berhasil. Yang terjadi mereka hidup menggelandang dan tergantung dari belas kasihan orang lain. Dan itu banyak terjadi di kota-kota besar Indonesia termasuk Semarang.

Jumlah pengemis di kota Semarang memang belum ada data yang pasti berapa jumlahnya. Penyebaran pengemis tersebut merata diseluruh kota. Salah satu tempat yang banyak terdapat pengemisnya adalah kawasan simpang lima. Di masjid Agung contohnya, setiap waktu sholat tiba puluhan pengemis akan menunggu di pintu keluar masjid. Mulai dari ibu-ibu, remaja, bahkan anak-anak berebutan meminta belas kasihan para jemaah di masjid tersebut.

Tempat lain yang banyak dihuni pengemis adalah toko. Toko oleh-oleh Juwana misalnya. Di pintu keluar toko tersebut sudah menanti pengemis yang mengharap belas kasih dari pengunjung toko tersebut. Hal ini tentunya mengurangi kenyamanan para pengunjung yang notabene adalah wisatawan yang akan membeli oleh-oleh khas Semarang. Pengemis tersebut akan terus mendekati pengunjung sampai diberikan uang oleh pengunjung.

Selain itu tempat yang banyak pengemisnya adalah rumah makan, dan tentu saja akan mengurangi kenikmatan pengunjung yang akan makan disana. Rumah makan yang seharusnya adalah tempat bersantai sambil menikmati makanan, menjadi tidak nyaman jika ada pengemis yang meminta-minta uang kepada tamu yang akan makan.

Salah satu hal yang menyebabkan keberadaan pengemis di kota Semarang yang semakin banyak adalah tingginya penghasilan yang didapat oleh para pengemis. Tidak ada asap jika tidak ada api. Semakin banyak masyarakat memberi uang kepada pengemis di kota Semarang, semakin meningkat pula jumlah pengemisnya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2013 in Renungan

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: