RSS

Panjat Pinang dan Balap Karung…

15 Agu

benderaTak terasa pada agustus tahun 2013 ini bangsa Indonesia merayakan Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 68. Setelah dua tahun masyarakat Indonesia tidak merayakan gegap gempita pesta kemerdekaan karena bertepatan dengan ibadah puasa bulan ramadhan, tahun 2013 ini masyarakat dapat merasakannya kembali.

Perayaan tujuhbelasan di masyarakat, identik dengan lomba-lomba. Entah sejak kapan, aneka perlombaaan ini mulai digelar. Tahukah anda, sejak kapan lomba-lomba seperti panjat pingang, balap kerupuk, balap karung, mulai diadakan ?

Saya juga belum mendapatkan literatur yang pasti sejak kapan perayaan tujuhbelasan diisi oleh perlombaaan. Namun seteleh ditelusuri, saya menemukan asal muasal lomba panjat pinang dan balap karung diselenggarakan, namun saya juga belum tahu pasti sumber kebenaran cerita ini.

Lomba panjat pinang berasal dari jaman penjajahan Belanda dan merupakan hiburan bagi orang-orang Belanda pada acara-acara besar, dan orang-orang pribumi yang menjadi pesertanya.  Orang-orang Belanda tertawa melihat bagaimana orang-orang pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah beras, gula, makanan dan pakaian yang mereka anggap mewah. Mungkin karena itulah lomba ini selalu diadakan pada peringatan kemerdekaan,  sebagai lambang kebebasan bangsa kita dari kekuasaan bangsa lain.

Lomba balap karung sendiri juga dimulai sejak jaman penjajahan belanda. pada waktu penjajahan belanda,belanda menjajah kita sampai ketulang sumsum kita,semua habis dijajah oleh mereka,sampai sampai pun bangsa pribumi tidak memiliki pakaian untuk menutupi tubuh mereka. Akhirnya para penduduk pribumi memakai karung goni untuk menutupi tubuh mereka…

Sungguh menyakitkan perilaku penjajah saat itu.saking kesalnya setelah penjajah tersebut pergi, para pribumi menginjak nginjak karung goni tersebut,sebagai rasa pelampiasan kekesalan mereka,,
Nah itulah asal mula dari perlombaan balap karung tersebut,dari mulai dijajah,mengenakan karung goni sebagai pakaian,sampai akhirnya menginjak nginjak karung.

Namun kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan asal muasal lomba-lomba tujuh belasan. Yang lebih penting dari itu semua adalah makna kemerdekaan bagi kita, dan bagaimana kita berbakti kepada Negara Indonesia. Dan yang tak kalah penting juga adalah bagaimana kita menghargai jasa-jasa para pahlawan Indonesia.

“Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya”

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 68

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: