RSS

Keriput-keriput Jakarta di Usia 486 Tahun

26 Feb

Sebagai ibukota negara, jakarta merupakan sebuah kota megapolitan. Namun dibalik kemegahan kota tersebut banyak masalah yang menyelimuti kota ini.
Masalah banjir, macet, kriminalitas yang tinggi selalu menghiasi kota ini setiap saat.
Persoalan-persoalan yang melanda jakarta bukan hanya disebabkan oleh buruknya infrastruktur yang ada, melainkan juga disebabkan oleh ulah penduduk jakarta sendiri.
Contoh yang paling nyata terlihat di jalan raya. Penyebab utama kemacetan adalah perilaku pengendara motor/mobil yang tidak tertib. Hal ini dapat kita lihat sendiri di jalan. Rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan seolah hanya sebagai penghias jalan, lampu merah tak dihiraukan. Perlilaku pengendara di jalan raya yang liar, bukan hanya merugikan pengendara itu sendiri namun juga merugikan pengendara jalan lainnya.

Banyak traffic light yang hanya sebagai hiasan semata. Sebagai perbandingan, di luar negeri jika traffic light sudah berwarna kuning maka semua kendaraan menurunkan kecepatan kendaraannya hingga berhenti. Tetapi di Indonesia, jika traffic light berwarna kuning justru banyak kendaraan yang sengaja menambahkan kecepatannya dengan harapan terlepas dari lampu merah. Bahkan jika lampu sudah berwarna merahpun, masih banyak kendaraan yang menyelonong melintas dengan seenaknya.

Hal lain yang menjadi perhatian serius adalah komunitas pengendara motor. Seperti menjadi raja jalanan, para pengendara motor ini seakan bebas untuk melanggar peraturan lalulintas. Mudahnya cara mendapatkan sepeda motor semakin membuat jalanan di Jakarta ini seperti lautan motor. Apalagi kondisi jalan yang macet pada jam kerja, membuat banyak orang yang beralih menggunakan motor pada saat ini.

Selain masalah lalu lintas yang semrawut, masih banyak lagi problematika kota jakarta saat ini. Salah satu hal yang mesti mendapat perhatian serius adalah masalah banjir. Masalah banjir di jakarta juga disebabkan oleh perilaku jorok warganya. Banyaknya sampah di sungai setiap musim hujan datang, menyebabkan banjir yang rutin menyapa jakarta setiap tahunnya. Ditambah lagi sistem drainase yang buruk dan kurangnya kawasan hijau di Jakarta menjadikan Jakarta ini daerah yang “Wajib” banjir setiap tahun.

Permasalahan lain yang masih menghantui Jakarta adalah pemukiman kumuh. Pemukiman ini  banyak tersebar di jalur kereta api, bantaran sungai, kolong jembatan, tanah kosong tak berpenghuni, sekitar pasar tradisional, dll. Mereka umumnya sudah bertahun-tahun menempati wilayah itu. Ada juga yang sudah sampai beranak cucu disitu. Bahkan jika ada penggusuran, mereka meminta ganti rugi walaupun bukan mereka yang memiliki lahan tersebut.

Ya..inilah wajah ibukota tercinta kita. Semakin tua umurnya, semakin banyak masalahnya, dan semakin keriput rupanya…

Selamat ulang tahun Jakarta yang ke 486 tahun…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2013 in Sepak Pojok

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: