RSS

2 Malam Sebelum 1 Suro di Malioboro…

18 Nov

Entah sudah beberapa kali saya menginjakan kaki di Malioboro, namun setiap kali saya kesini saya selalu merasakan sesuatu yang berbeda. Suasana yang tidak akan saya temui di daerah manapun. Suasana inilah yang membuat saya sangat senang kesini.

Malam itu, dua hari sebelum tahun baru hijriah atau malam suro. Suasana di Malioboro sangat ramai. Walaupun tidak berbelanja, namun saya ingin berjalan-jalan di sepanjang malioboro.
Seperti biasa, riuh pedagang kaki lima mengumbar senyum dan tawa menghiasi jalan malioboro. Pengamen jalanan seakan mengetuk bibir kita untuk mengajak berdendang. Tukang becak dan kusir andong, menawarkan jasa antar, tunggu, dan pulang dengan tarif ekonomis. Tukang parkir yang sangat sibuk menggerakkan tangan dan mulut yang sesekali mengeluarkan suara sempritan. Pak polisi yang senang bergerombol dan bercengkrama di pojok angkringan, sambil sesekali berdiri kemudian duduk lagi. Sales toko yang sudah lelah berdiri dan tidak pernah duduk, mencoba menggoda pembeli dengan mengumbar senyum. Para turis asing berpakaian gaul dan seksi yang tidak pernah merasa dibohongi pedagang kaki lima karena membeli barang dengan harga mahal dan tidak ditawar. Para wisatawan domestik yang mencoba menawar harga dengan aksen jawa yang dibuat-buat agar mendapat harga murah. Para copet dengan tatap mata liar berusaha menerawang letak dompet dan ponsel yang di bawa para wisatawan.

Seniman Jalanan Malioboro

Seniman Jalanan Malioboro

Riuh rendah suara tawar menawar harga antara pembeli dan penjual, di selingi dengan lengking pluit tukang parkir, dipadu dengan hingar bingar musik dari toko-toko yang ada, dipimpin ringkikan kuda sebagai dirigen orkestra asli Maliboro. Orkestra tersebut seakan bersaing dengan musik dari pengamen jalanan, berhasil menciptakan suatu konser besar di panggung Malioboro.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 18 November 2012 in Catatan Perjalanan

 

Tag: , , , , ,

One response to “2 Malam Sebelum 1 Suro di Malioboro…

  1. jamal

    10 Desember 2012 at 1:39 pm

    Ditambah bau sedap masakan racikan pemilik lesehan menambah lezat cita rasa Maliboro, membuat liur seakan menetes keluar dari tempatnya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: