RSS

Empat Jam di Kereta Api Parahiyangan…

28 Agu

Akhirnya saya kesampaian juga keinginan saya untuk naik kereta api Parahiyangan.  Alkisah, pada suatu hari……alamak !!! lebay banget intro mau cerita aja.

Begini, singkatnya, langsung to do point……apa lagi ini.

Karena tidak ada travel dari Bandung ke Jakarta, jam 5 pagi. Saya punya ide untuk naik kereta api. Kebetulan ada kereta jam setengah tujuh pagi. Saya masih bisa mengejar waktu untuk sampai ke jakarta pada siang harinya.

Sampai di loket, saya ditawari untuk naik yang bisnis atau exekutif. Kalo bisnis di gerbong depan, exekutif di gerbong urutan belakang. Bisnis leih murah, exekutif lebih mahal. Bisnis ada kipas angin, kalo exekutif ada AC. Bisnis sampai duluan, kalo exekutif sampi belakangan. Lho kok bisa sampai duluan ?. Ya tentunya bisa, karena bisnis ada di urutan gerbong 1 dan 2, jadi otomatis masuk ke Jakarta ya duluan.

Akhirnya dengan pertimbangan tersebut saya nekat naik kereta kelas bisnis. Jam 6 pagi saya sudah duduk di dalam kereta. Keretapun berangkat jam setengah 7 pagi. Udara yang cukup dingin walaupun tanpa AC  membuat mata terkantuk-kantuk. Namun mata yang terkantuk itupun perlahan-lahan sirna setalah kereta api mulai berjalan.

Perjalanan menuju Jakarta dengan kereta api Parahiyangan memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Karena saya telah terbiasa pulang pergi ke Bandung dengan mobil. Jalan yang dilalui oleh kereta ini melewatii pegunungan, perumahan penduduk, sawah, ladang, dan jembatan yang melintasi sungai. Suatu lukisan alam yang sempurna. Ada pemandangan, ada orang-orang desa yang sedang bekerja di ladang, ada juga perumahan-perumahan sederhana desa. Suasana seperti ini mengingatkan saya akan perlajalanan via kereta api ke jogjakarta disaat kereta api melintasi rel wilayah Gombong – Purworejo. Sungguh pemandangan yang cantik dan sayang kalau dilewatkan.

Namun sayang sekali, sewaktu akan memasuki stasiun Cikampek, gerbong yang saya gunakan mengalami kerusakan pada sistem pengereman. Dan alhasil, gerbong itu pun harus ditinggal. Dan penumpangnya harus pindah ke gerbong belakang. Perjalanan kami yang seharusnys dapat ditempuh dalam waktu 3 jam, menjadi mundur sampai 4 jam. Tapi saya tetap sampai Jakarta terlebih dahulu bila dibandingkan dengan penumpang yang ada di kelas exekutif.

Walaupun ada masalah dalam perjalanan kami, namun saya menikmati  perjalanan kali ini.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Agustus 2012 in Catatan Perjalanan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: