RSS

Air Mata Ryan…

15 Mar

Seseorang anak yang terlahir secara normal, tentu ingin dapat hidup normal. Namun kadangkala suatu keadaan memaksa seseorang tidak dapat menjalankan kehidupannya secara normal.

Ryan, seorang anak yang dulu pernah merasakan kerasnya hidup di jalanan, berurai air mata ketika menuturkan kisah hidupnya.

Orang tua yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dan jumlah anak yang banyak memaksa Ryan mengalah dan pergi merantau seorang diri. Ryan hanyalah seorang anak kecil yang seharusnya aktif berada di kelas pada jam sekolah.

Pada umur 14 tahun Ryan ikut dengan temannya untuk mencari peruntungan di Jakarta. Usia yang seharusnya mendapatkan bimbingan dan pengawasan ekstra ketat dari orang tua, tidak didapatkan oleh Ryan. Dengan seijin orangtuanya Ryan pun pergi mengembara ke Jakarta. Berbekal uang seadanya Ryan berangkat ke Jakarta menggunakan bis.

Tanpa ada bekal apapun yang dibawa ryan ke Jakarta, dan tidak ada sanak saudara yang berada di kota tersebut membuat Ryan akhirnya hidup menggelandang di kota Jakarta. Untuk mencari makan pun, Ryan mengamen di bis kota. Tidak terkadang Ryan pun, harus mencari makan dengan cara yang tidak halal seperti mencuri dan menakuti-nakuti orang  di dalam bis kota.

Tubuh yang penuh tato kecuali bagian muka, membuat penampilan Ryan menjadi seram dan menakutkan. Apalagi sebelum Ryan menakuti-nakuti orang di dalam bis kota, Ryan menenggak pil-pil atau minuman keras yang membuat dia menjadi berani terhadap siapapun. Kehidupan yang keras dan liar, membuat pribadi Ryan yang ramah sebelumnya manjadi beringas.

Orangtua Ryan tidak tahu sama sekali apa yang telah dilakukan oleh anaknya saat ini. Ryan belum pernah bertemu lagi oleh orangtuanya sejak dia meninggalkan kampung halamannya di Riau. Namun, dibalik penampilan Ryan yang dingin dan menakutkan tersebut, masih terbersit niatnya untuk kembali kekampung halamannya dan membantu orang tuanya di kampung. Keinginan itu sudah lama dia pendam, karena uang yang dia punya belum cukup untuk transport pulang ke Riau.

Setelah satu tahun hidup malang melintang di jalan, Ryan diajak oleh temannya untuk ikut ke sebuah panti sosial di daerah Bambu Apus. Sudah kurang lebih 6 bulan Ryan tinggal dipanti tersebut. Niat Ryan yang ingin kembal bisa meneruskan sekolahnya, tidak dapat diwujudkan karena tubuh Ryan yang sudah terlanjur penuh dengan tato, tidak dapat diterima di sekolah manapun. Alhasil, Ryan pun hanya mengikuti sekolah informal saja yang dia dapatkan sebagai bekal hidupnya kelak.

dan……..masih banyak Ryan yang lain hidup di jalanan ibukota.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2012 in Sepak Pojok

 

One response to “Air Mata Ryan…

  1. Hany

    16 April 2012 at 6:06 pm

    Kisah Ryan hanyalah sebagian kecil kisah anak jalanan. Masih banyak anak2 jalanan yang bernasib sama seperti Ryan. Coba perhatikan di sekitar stasiun2 kereta. Anda pasti menemukan banyak anak jalanan disana…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: