RSS

Otonomi : Peluang dan tantangan…

21 Jan

Otonomi daerah merupakan jalur bagi pemerintah Negara Indonesia untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Banyak perubahan yang terjadi pada saat diterapkannya otonomi daerah. Terutama setelah masa orde baru berakhir.

Sesuai dengan UU No 22 Tahun 1999 tentang kewenangan otonomi daerah, maka banyak perubahan yang terjadi dalam segi tatanan kepemerintahan di Indonesia atau lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. Artinya terjadi perubahan dari segi birokrasi untuk menuju birokrasi yang baik atau dikenal Good Governance. Pada masa pemerintahan Soeharto atau orde baru segala kebijakan harus berdasar dari pemerintah pusat, ini dikarenakan pada waktu sebelum adanya otonomi daerah yang menggunakan prinsip desentralisasi. Pada saat ini segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu daerah merupakan tanggung jawab daerah dan daerah tersebut berhak untuk mengambil keputusan dan kebijakan. Saat ini kita sering mendengar istilah perda, ini merupakan realita dari otonomi daerah bahwa suatu daerah berhak mengeluarkan peraturan terkait permasalahan yang terjadi di daerah dan ini sangat jauh sekali berbeda dengan masa dulu sebelum adanya otonomi daerah.

Untuk meningkatkan kefektifan dalam penyelenggaraan pemerintahan maka di sahkan peraturan baru yang mengatur tata pemerintahan daerah yaitu UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah dengan dasar pertimbangan bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan, ketatanegaraan, dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah sehingga perlu diganti, serta efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antarsusunan pemerintahan dan antarpemerintahan daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.

Dengan dikeluarkan peraturan baru tersebut maka dilaksanakanlah pemilihan umum secara langsung pada Pemilu tahun 2004 untuk memilih Presiden secara langsung, pemilihan kepala daerah serta pemilihan anggota DPR baik ditingkat Provinsi/kabupaten kota atau tingkat pusat. Ini merupakan pemilu yang pertama kali di Indonesia, dimana presiden dan wakil rakyat dipilih secara secara langsung oleh rakyat. Dengan begitu rakyat dapat memlilh wakilnya yang menurutnya dapat dipercaya untuk menjalankan amanat rakyat. Dengan adanya otonomi daerah diharapkan birokrasi dapat menjalankan amanat rakyat dengan baik,

Dengan otonomi daerah maka pemerintah daerah dapat mengatur rumah tangganya sendiri, dan dari segi ekonomi banyak sekali keutungan dari penerapan sistem desentralisasi atau otonomi daerah ini, dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, dengan demikian apabila suber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.

Perbandingan dibidang ekonomi pada era sebelum dan sesudah otonomi daerah pada dasarnya memiliki persamaan dan perbedaan, sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi dan otonomi daerah ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat.

Otonomi daerah dapat juga memberikan tantangan dalam pemerintahan, seperti pada pemilihan kepala daerah, kasus-kasus pemilihan pimpinan daerah sampai pemilihan Kepala Desa memunculkan pertengkaran warga diberbagai daerah menjadi ancaman bagi keutuhan persatuan serta kesatuan masyarakat. Bahkan sering KPU menggelar pilkada ulang pada suatu daerah, hal ini dikarenakan hasil pilkada tidak dapat dipertanggungjawabkan, ada yang bilang sarat dengan kecurangan dimulai dari adanya pemilih ganda, ada warga yang tidak dapat kartu pemilih atau hak pilih dan bahkan adanya kecurangan pada perhitungan suara atau manipulasi data para pemilih atau jumlah suara.

Dari pengamatan penulis, sistem sosial budaya Indonesia sejak diberlakukannya undang-undang otonomi daerah mengalami berbagai macam perubahan, akan tetapi tidak menjamin bahwa perubahan tersebut hanya dikarenakan oleh adanya otonomi daerah, Pada era reformasi sekarang ini, salah satu perkembangan sosial di masyarakat adalah adanya kebebasan untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat,, Hal ini berbeda sekali dengan era orde baru, dimana segala sesuatu diatur dan dilarang oleh pemerintah.

Pada saat sebelum diberlakukannya otonomi daerah, pengelolaan sumber daya dan potensi daerah diatur oleh pemerintah pusat. Hal ini membuat kecemburuan di berbagai daerah yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, karena keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam dikuasai oleh pemerintah pusat. Namun setelah di terapkannya otonomi daerah, pengelolaan sumber daya alam dan segala potensi lokal, mutlak sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah. Hal ini membuat daya saing daerah menjadi meningkat. Dan kecenderungan masyarakat untuk bermigrasi ke ibukota menjadi berkurang.

Di era reformasi sesudah otonomi daerah ini banyak sekali bermunculan organisasi-organisasi sosial dan parpol di Indonesia. Hal yang tidak kita temui dalam masa sebelum otonomi, dimana organisasi masa dan parpol pada saat itu tidak dapat tumbuh dan berkembang karena ketakutan rezim penguasa jika banyak organisasi massa dan parpol yang tumbuh dan berkembang.

(Disarikan dari berbagai sumber)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Januari 2012 in Sepak Pojok

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: