RSS

Berkeliling di bumi Sriwijaya…

01 Des

Ini adalah pertama kali saya berkunjung ka Palembang, mungkin bagi teman2 di kantor mereka sudah beberapa kali pergi kesana, karena ada proyek pengembangan bioenergi di darah OKUT, Sumsel.

Kota Palembang adalah salah satu kota besar di Indonesia sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Sumatera Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota ini dahulu pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum kemudian berpindah ke Jambi. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Kota Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalur jalan Lintas Pulau Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu Kota Palembang juga terdapat Sungai Musi, yang dilintasi oleh Jembatan Ampera yang berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.

Setiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, waktu sudah menujukkan pukul 17.00 WIB. Bagus juga kondisi bandara di Palembang. Mungkin karena bandara ini salah satu bandara terbesar di pulau Sumatra. Tanpa menunggu lama lagi kami langsung meluncur ke hotel. Ternyata hotel Aston hotel yang sudah kami pesan sebelumnya, namanya bukan lagi Aston tetapi Aryaduta. Kami sempet adu jawab dengan pak supir taxi tentang nama hotel itu. Akhirnya kami salah, namana memang Aryaduta hotel. Tapi tak apa, apalah arti sebuah nama (seperti dikutip dari seorang sastrawan terkenal).

Malam pun tiba, kami pun sudah lapar. Keluar hotel untuk mencari rumah makan yang dekat dan lumayan enak. Mata kami pun tertuju pada sebuah rumah makan di depan hotel, yang isinya komplit. Makan malam diawali dengan makanan pempek palembang, yang kata enci penjaga restoran itu dibuat dari ikan belida. Ikan yang biasa hidup di sungai Musi. Dengan lahap dan setengah beringas kami menyantap makanan yang sudah kami pesan. Setelah kami selesai makan, sambil duduk-duduk menikmati alunan musik pengiring, sang enci pun menawarkan kami pempek yang untuk dibawa pulang. Tapi harganya lebih mahal dari harga pempek yang sudah kami makan tadi. Lalu sang enci itu berkata bahwa “Pempek ini di buat dari ikan belida dewasa, dan pempek yang kami makan tadi hanya dibuat dari anak ikan belida”. Ah, ternyata yang kami makan tadi adalah pempek dari anak belida, bagaimana harganya ya, kalau pempek tersebut dibuat dari mbahnya ikan belida.

Setelah makan malam tersebut, kami pun langsung tertidur pulas. Pagi harinya kami bergegas menuju IAIN Raden Fatah. Kami pun mengadakan acara diskusi disana selama kurang lebih dua jam. Banyak juga pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada atasan saya, tapi intinya sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia yaitu bagaimana para peneliti di daerah bisa mendapatkan dana penelitian dari kebijakan program insentif di kantor kami.

Setelah diskusi selesai, kami melanjutkan makan siang di rumah makan Pindang Musi Rawas. Hemm, betul-betul semua makanan yang ada disini enak dan cocok di lidah kami. Kami melanjutkan perjalanan kami ke hotel, dan mampir di Benteng Kuto Besak, yang terletak di pinggir sungai Musi. Benteng ini adalah salah satu peninggalan sejarah. Kami pun menyempatkan diri berfoto ria dengan latar belakang jembatan ampera dan sungai Musi nya.

Setelah seharian itu, malamnya kami pun makan malam di rumah makan yang sama dengan malam sebelumnya. Ketemu juga kami dengan enci yang kemaren malam menyapa kami, dan enci itu pun menawarkan pempek yang kemaren kami makan. Tapi karena tadi sore saya sudah makan pempek, kami pun menolak tawaran sang enci tersebut dengan berbagai alasan.

Setelah segar sehabis bangun tidur, kami pun melanjutkan jalan2 di kota palembang. Sambil menunggu pesawat yang akan berangkat pada pukul 4 sore. Kami sempatkan waktu untuk melihat-liha dan berbelanja di pusat-pusat kerajinan kain songket yang ternyata jumlahnya cukup banyak, dan tak lupa kami menyempatkan diri ke pasar tradisional untuk berbelanja.

Sayang, waktu kami di Palembang hanya tiga hari. Andaikan masih ada beberapa hari lagi disini, hemm….

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2009 in Catatan Perjalanan

 

One response to “Berkeliling di bumi Sriwijaya…

  1. kain songket

    16 Juli 2010 at 3:57 am

    nice blog 🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: