RSS

Ketika Itu tahun 1983

10 Jun

Tahun 1983. Saat umurku masih 7 thn, dan aku masih kelas 1 sekolah dasar. Masih teringat jelas peristiwa penggusuran itu. Pada saat aku pulang sekolah, aku terheran-heran kenapa rumah yang ketika itu kami tempati dirubuhkan oleh orang2 berseragam. Aku memang masih polos sekali, dan belum tahu apa yang dinamakan penggusuran. Rumah kami berada di daerah Halim, Jakarta. Penggusuran tersebut merupakan rencana dari pelebaran wilayah mabes AURI yang berada disana.

Setelah penggusuran tersebut, kami sekeluarga belum tahu harus pindah kemana, maklum karena itulah rumah satu-satu yang kami miliki. Akhirnya Bapak mendapatkan kontrakan untuk penampungan sementara keluarga kami. Kontrakan tersebut berada di daerah gang Pule, Kampung Rambutan. Setelah menetap dikontrakan tersebut selama beberapa bulan, Bapak membeli tanah di wilayah Merdeka I.

Masih teringat jelas saat-saat pertama kami menginjakan kaki di Kampung Rambutan. Pada saat awal pindah di gang Pule tersebut aku langsung di daftarkan di SDN 05 Ciracas. Rumah pertama kami yang di bangun di wilayah tanah Merdeka, sederhana sekali. Dengan membawa sisa-sisa kayu pada saat penggusuran di Halim, Bapak membangun rumah tersebut seadanya. Masih jelas sekali terekam dari ingatan saya, bahwa dinding rumah kami belum terbuat dari batu bata semua. Mungkin hanya setengah dari rumah, yang berdinding bata. Selebihnya adalah gedek (anyaman bambu).

Rumah yang sangat sederhana, apalagi ditambah belum adanya lisrik. Yah, listrik yang menerangi rumah kami baru masuk beberapa tahun kemudian. Karena masih jauhnya tiang listrik dari rumah kami, mungkin itu yang membuat PLN masih enggan menyambungkan listrik kami. Untuk penerangan, kami terpaksa menggunakan petromaks yang saat itu masih lebih populer dari ponsel. Sedangkan untuk menonton TV, kami menggunakan aki yang tiap dua hari sekali harus disetrum ulang.

Lingkungan rumah kami tinggal saat itu masih asri sekali. Tetangga kami dalam radius 100 meter mungkin hanya ada 5 rumah. Masih teringat juga dengan kebun salak yang ada di depan rumah kami. Kebun salak yang cukup luas, yg setiap malam saya selalu gerilya mengambil salak yang sudah matang. Di belakang rumah kami masih terbentang sawah yang hijau dengan padinya. Kemudian ada juga kali kecil yang airnya bening sekali. Saya sering sekali mandi di kali itu setelah pulang sekolah, karena airnya yang bening dan bersih. Juga masih terdapat banyak empang2 untuk pemeliharaan ikan, dengan ditaruh jamban diatasnya. Orang bisa buang hajat sekalian bersedekah memberi makan ikan. Toilet yang gratis, bahkan kata yang punya empang kita disuruh buang hajat sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin.

Transportasi di daerah kami saat itu masih sulit. Tidak seperti sekarang yang jumlah angkot lebih banyak dari pada jumlah penumpangnya. Transportasi pada saat itu kami mengandalkan becak yg masih bebas berkeliaran. Untuk jarak jauh, jalan kaki menuju ke tempat pemberhentian kopaja 502 yang mangkal di SMP 106, atau kami naik becak dulu menuju tempat metromini 47 yang mangkal di pertigaan Jl.Suci. Sulit sekali memang, apalagi jika kita harus bepergian untuk urusan mendadak pada malam hari.

Suasana dimalam hari di lingkungan kami sepi sekali. Apalagi jika sudah diatas jam 7 malam. Tak ada orang yang keluar, yang terdengar hanya suara jangkrik yang bernyanyi riang, dan suara binatang malam lainnya yang saling bersahutan. Tak ada suara tukang bakso, sate, somay….Yaah, jika malam hiburan kami hanya televisi hitam putih yang chanelnya hanya TVRI saja.

Kondisi akses jalan dari rumah kami menuju ke depan gang merdeka I juga masih memprihatinkan. Karena belum ada jalan yang di aspal. Jika sehabis hujan turun, untuk berangkat sekolah saya menggunakan kantong plastik kresek untuk membungkus sepatu agar tidak kotor dan basah. Dan kantong kresek tersebut saya buang jika sudah sampai di depan gang.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2009 in Kaleidoskop

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: