RSS

JAKARTA – BANDA ACEH PP

25 Feb

masjid raya Banda Aceh

Aceh, suatu daerah yang asing sekali bagi saya. Daerah yang penuh konflik, daerah yang hancur akibat terjangan tsunami, daerah yang rawan, daerah yang menjalankan syariat islam. Sungguh, saya tak bisa membayangkan seperti apa wajah Aceh saat ini.

Pada pertengahan februari ini, kami mengadakan kunjungan banda aceh. Rombongan kami berjumlah empat orang.

Melelahkan juga ya perjalanan dari jakarta sampai banda aceh. Saya berangkat dari jakarta pukul 10 pagi, sampai di banda aceh sudah pukul 2 siang. 4 jam waktu perjalanan membuat badan saya terasa pegal-pegal.

Sampainya di bandara sultan iskandar muda, saya sempat tertegun karena kondisi bandara yang berantakan. Tapi saya akhirnya menjadi maklum, karena persipan kedatangan presiden SBY, bandara ini di renovasi besar-besaran.

Setelah itu, kami langsung mencari rumah makan. Kami dibawa oleh penjemput kami dari lemlit Unsyiah, ke rumah makan ‘spesific aceh’. Waw, kami langsung disuguhi makanan khas aceh. Enak juga ya, mak nyoss. Benar-benar rasanya enak, dan punya rasa yang khas tersendiri dibanding dengan daerah lain.

dsc05733

Akhirnya sampai juga saya di hotel hermes. Karena lelah sekali, saya langsung merebahkan diri di tempat tidur hotel. Jam 5 sore, kami diajak berkeliling banda aceh. Kami diajak ke suatu tempat, dan ditempat itu ada sebuah kapal besar ditengah-tengah pemukiman. Saya langsung tertegun, kenapa ada kapal sebesar ini ditengah perumahan. Akhirnya saya tahu bahwa tsunami yang mengantar kapal ini. Kapal PLTD yang berbobot mati 2600 ton sebelumnya berada di tengah laut, dengan menempuh jarak ± 5 KM kini berada di sini. Saya baru tahu bahwa gelombang yang membawa kapal ini setinggi 20 meter dan kecepatannya mencapai 350 km/jam. Subhanallah, bahkan gelombang itu lebih cepat dari mobil balap formula satu.

Puas berkeliling kami sempatkan diri untuk sholat magrib di masjid raya banda aceh. Masjid ini ketika tsunami terjadi, menjadi tempat berlindung oleh orang-orang dan menjadi tempat pengungsian sementara bagi warga pasca tsunami. Sebab di daerah tersebut sudah tidak ada lagi bangunan, habis semua disapu oleh tsunami. Lalu kami makan malam di warung rojali. Warung yang khusus menjual mie aceh. Rasanya lebih enak daripada mie aceh yang ada di jakarta.

Pagi harinya kami berkemas untuk mengunjungi Bapedda Aceh. Dari kantor Bapedda Aceh saya lansung mengunjungi Universitas Sultan Iskandar Muda. Sampai disana saya agak terkejut karena universitas ini berantakan sekali. Sedang ada renovasi besar-besaran pasca tsunami. Mungkin karena kekurangan dana, renovasi tersebut masih berlangsung sampai saat ini.

Hari ketiga kami di Aceh, kami akan mengadakan acara diskusi di Universitas Syah Kuala. Acara diskusi tersebut berlangsung sampai siang hari, setelah selesai kami bergegas shalat jumat di masjid. Takut juga saya, waktu mendengar jika ada laki-laki muslim yang ketahuan tidak melaksanakan shalat jumat, akan dikejar-kejar oleh kaum wanita dengan membawa sapu lidi. Memang di aceh menerapkan hukum syariat islam dengan kuat. Jika ada wanita muslim yang tidak memakai jilbab dan ketahuan oleh polisi syariah, maka akan ditangkap dan dihadiahi hukuman cambuk.

Selesai shalat jumat, kami makan siang lalu hunting mencari oleh-oleh buat keluarga. Saya sempatkan untuk membeli tas bagi istri tercinta. Dan tidak lupa oleh-oleh dalam bentuk makanan yang kali ini saya membelikan dendeng beberapa buah. Saya tidak sempat berlama-lama memilih oleh-oleh karena sudah waktunya saya kembali ke Jakarta dengan pesawat jam 5 sore. Huuh…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Februari 2009 in Catatan Perjalanan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: