RSS

Digital VS Konvensional

30 Des

Booming kamera digital akhir-akhir ini mampu menggusur keberadaan kamera konvensional. Kamera konvensional yang sudah digunakan oleh umat manusia dalam satu abad ini, tidak mampu lagi menandingi kamera digital. Keberadaan kamera digital yang mempunyai karakteristik tersendiri dalam media penyimpanan foto, mampu menandingi kamera konvensional yang masih menggunakan rol film/ slide sebagai media penyimpanannya. Namun belum seluruhnya masyarakat menggunakan kamera digital. Karena harga satu buah kamera digital yang masih belum tersentuh oleh masyarakat lapisan ekonomi bawah.

Semenjak kamera digital muncul, sudah tidak ada lagi upaya untuk mengembangkan kamera konvensional agar mampu bertahan. Ini bisa dilihat dari tidak adanya kamera baru yang muncul yang menawarkan fitur-fitur menarik dan revolusi pada media penyimpanan datanya.

Unsur media penyimpan data memang menjadi unsur utama dalam fotografi. Media rol film yang diusung oleh kamera konvensional kalah jauh dibanding kamera digital. Jika dalam kamera digital, orang bisa langsung melihat hasil foto yang diabadikannya. Maka dalam kamera konvensional, orang harus menuggu proses pencucian dan pencetakkan film untuk melihat hasil karyanya. Jika dalam kamera digital, orang bisa menyimpan sampai ribuan foto dalam kartu memorinya. Maka dalam kamera konvensional, orang hanya mampu menyimpan 36 foto saja dalam satu rol film. Dan belum tentu, foto yang disimpan dalam rol tersebut bagus semua, karena mungkin saja ada beberapa foto yang gelap, tidak fokus, buram, dan hal ini tidak bisa dihapus atau diperbaiki. Lain halnya dengan kamera digital, yang karya fotonya dapat langsung dihapus jika foto tersebut dianggap jelek oleh pembuatnya.

Dengan kamera digital. Orang langsung dapat mencetak foto melalui komputer. Dapat pula disimpan dalam album foto yang berisikan ribuan foto di dalam memori komputer. Namun deengan kamera konvensional, orang harus menyimpan film/ slide mereka dalam tempat khusus agar tidak mudah rusak. Dengan kamera konvensional, orang harus menscan foto agar dapat disimpan di komputer atau ditampilkan di internet, tidak halnya dengan kamera digital, dimana orang tinggal copy paste ke album di komputer atau upload di internet.

Dengan kamera digital, orang dapat menghapus foto di kartu memori apabila foto tersebut jelek. Ataupun jika kartu memori tersebut sudah penuh, memorinya dapat dihapus atau dikosongkan semua. Praktis sekali dan hemat. Jika dibandingkan dengan kamera konvensional yang film nya tidak dapat dihapus atau dikosongkan kembali. Karena jika rol film tersebut penuh, maka perlu rol film baru yang kosong untuk menggantikannya. Dan hal ini sangat boros. Belum lagi jika ditambah dengan ongkos cuci film.

Namun dibalik sifatnya yang praktis, terdapat pula kelemahan dalam kamera digital. Karena sifatnya yang langsung dapat disimpan di memory komputer, membuat orang dapat dengan mudah merubah foto tersebut dengan menambahkan atau mengurangi gambar tersebut. Ini membuat keaslian karya foto seseorang, mudah sekali di duplikasi dan dirubah oleh orang lain. Bahkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, suatu foto artis dapat dibuat menjadi foto mesum dan bugil. Ini merugikan orang yang dirubah fotonya, karena hal ini menyangkut privasi dan nama baik seseorang.

Jika sudah bicara hobby, masalahnya menjadi lain. Bagi mereka yang penggemar fotografi, dan pertama kali belajar fotografi menggunakan kamera konvensional SLR, penggunaan kamera konvensional masih dilakukan.. Karena itu menyangkut keasyikan tersendiri yang tidak akan pernah didapat oleh kamera digital. Pengguna kamera ini akan sangat bangga jika mereka menunjukkan foto mereka, karena keaslian foto tersebut sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka akan sangat puas sekali dengan karya yang dihasilkan oleh kamera SLR konvensional. Apalagi jika mereka sendiri yang mengerjakan proses pencucian fotonya melalui kamar gelap. Sangat mengasyikan. Dan hal itu lah yang tidak didapatkan dari kamera digital manapun.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Desember 2008 in Fotografi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: