RSS

Batulicin

24 Des

jembatan barito

Pada akhir bulan november yang lalu, untuk kali ketiga saya menginjakkan kaki kebumi kalimantan. Kali ini daerah yang saya kunjungi adalah wilayah Kalimantan Selatan. Kalimantan selatan adalah provinsi dengan luas sekitar 37.377,53 km². Dibanding dengan provinsi lain di pulau Kalimantan, provinsi kalimantan Selatan merupakan provinsi terkecil bila dibandingkan dengan tiga saudaranya.

Setibanya di bandara Syamsuddin Noor waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. waktu setempat, rencana yang seharusnya kami tiba di sini pukul 21.00 WIB, menjadi mundur karena keterlambatan pemberangkatan pesawat udara yang mengangkut kami. Apa boleh buat, kami langsung menuju hotel di banjarmasin. Dan tiba di hotel Crystal, saya langsung merebahkan badan saya sampai saya sadar bahwa waktu sudah pukul 7 pagi. Setelah sarapan pagi, kami malanjutkan perjalanan kami yaitu daerah batulicin. Dan kami sempatkan diri untuk mampir ke toko cinderamata di Martapura.

Tiba saatnya kami menjelajah hutan Kalimantan dengan tujuan kami yaitu Batulicin. Perkiraan waktu tiba di batulicin adalah 8 jam. Melelahkan sekali, apalagi dengan kondisi jalan yang hancur. Dengan banyaknya truk pengangkut kelapa sawit dan batubara yang lewat, membuat jalan rusak parah. Dibeberapa tampat terdapat lubang yang besar, dan bahkan ada truk yang terjebak dilubang tersebut. Yang membuat as roda depan truk tersebut patah, dan butuh waktu untuk memindahkan truk tersebut. Dengan jalan yang rusak, banyak lubang disana sini, membuat kami terguncang-guncang di mobil sepanjang pejalanan. Hal ini membuat saya tidak bisa tertidur di mobil. Karena asyiknya bergoyang -goyang didalam mobil.

Sepanjang perjalanan kami, banyak hal-hal yang saya saksikan. Hutan yang saya bayangkan ditumbuhi pohon yang tinggi, lebat, dan liar, dan banyaknya binatang buas, tidak saya temukan. Yang saya lihat hanyalah hamparan lahan dengan alang-alang yang tinggi, dan hutan hasil budidaya manusia seperti karet dan kelapa sawit. Tidak ada hutan yang lebat, dengan pohon-pohon yang tinggi menjulang. Ada juga saya lihat lahan yang kosong, yang sudah terbakar isinya. Mungkin akan dibuat lahan baru untuk bercocok tanam penduduk disini.

Keadaan seperti ini membuat saya miris. Hutan lebat yang berfungsi sebagai paru-paru dunia dan daerah resapan air sudah tidak ada lagi. Tergantikan oleh rumah-rumah penduduk, pertambangan batubara, dan lahan-lahan hasil garapan manusia. Entah kemana larinya binatang-binatang buas yang dahulu merupakan penduduk asli hutan sini.

Tiba di batulicin sudah sekitar jam 9 malam. Kami menginap di hotel Ebony. Kami pun langsung tidur begitu masuk kamar hotel. Pulas sekali tidur kami, mungkin karena kemarin kami seharian terguncang-guncang di mobil. Sehingga badan kami terasa pegal seluruh tubuh.

Hari ke dua kunjungan kami ke ke lokasi pabrik biodiesel yang belum beroperasi. Tak lama di pabrik tersebut kami melanjutkan perjalanan ke Kotabaru. Untuk ke Kotabaru kami harus naik kapal ferry agar sampai disana. Waktu tempuh perjalanan dengan ferry sekitar 40 menit. Setibanya di pelabuhan Stagen, Kotabaru, kami langsung melanjutkan perjalanan. Dengan menyusuri hutan mangrove yang luas namun rusak parah, kami menuju ke pusat kota. Sampai lah kami kantor bupati kotabaru. Di depan kantor ini terdapat pantai tempat wisata. Lumayan indah, terdapat juga tugu bergambar ikan cucut. Mungkin inilah lambang kotanya.

Perjalanan dari kantor bupati ke pelabuhan panjang Kotabaru sangat mengasyikan. Jalan yang luas, cukup lebar, dan dikanan kiri dipenuhi hutan-hutan yang lebat dan pepohonan yang tinggi sangat menghibur. Dibandingkan dengan perjalanan dari Banjarmasin ke Batulicin, perjalanan disini sangat jauh berbeda. Kalau saja hutan-hutan di Kalimantan semuanya seperti ini, tentu perjalanan dari Banjarmasin ke Batulicin juga mengasyikan.

Hari berikutnya kami akan kembali ke Banjarmasin. Dari pagi hari kami sudah bergegas membereskan barang-barang kami dan chek out dari hotel Ebony. Dalam perjalanan kembali ke Banjarmasin kembali kami terguncang-guncang di dalam mobil. Sesampainya di hotel Crystal banjarmasin, badan terasa pegal-pegal semua. Biasanya di Jakarta kalau badan terasa pegal-pegal, saya langsung minta tolong istri untuk menginjak-injak badan saya.

Hari terakhir di provinsi Kalimantan Selatan

Sehabis sholat subuh saya menuju ke sungai Barito. Dengan menumpang perahu, yang oleh penduduk disana disebut kelotok, kami menuju ke pasar terapung di sungai Barito. Asyik juga ya belanja di pasar ini. Bermacam-macam dagangan dijajakan disini. Tapi yang terbanyak adalah buah dan sayur mayur. Sampai terdapat restoran terapung disini Ada juga lho SPBU terapung. SPBU itu menjual minyak solar untuk keperluan perahu-perahu kelotok yang laludayung terus lalang di sungai Barito ini.

Sungai Barito merupakan sungai terlebar di Pulau Kalimantan. Terdapat pula jembatan di sungai Barito ini yang panjangnya mencapai 1 KM. Sungai ini menjadi penting karena di sungai ini menjadi urat nadi perekonomian warga. Selain menjadi jalur transportasi tentunya. Disepanjang bantaran sungai ini, dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk. Mereka bermukim tepat diatas sungai Barito. Pemukiman disini menggunakan kayu ulin untuk menyangga rumah mereka. Kayu ulin merupakan kayu yang tahan air dan sangat kuat. Menurut keterangan yang saya dapat, semakin kayu ini terendam oleh air, maka semakin kuat kayu ini. Dan tidak akan lapuk.

Penduduk di bantaran sungai Barito menggunakan air sungai Barito untuk keperluan sehari-hari. Dari mencuci, mandi,sampai masak. Mereka seperti tidak takut akan penyakit yang mengancam mereka seperti gatal2, muntaber, dll.

Setelah puas berkeliling sungai Barito, kami kemudian membereskan barang-barang kami. Sambil menunggu jadwal pesawat ke berangkatan ke Jakarta, kami gunakan waktu untuk berjalan-jalan dan belanja di kota Banjarmasin.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Desember 2008 in Catatan Perjalanan

 

2 responses to “Batulicin

  1. anas

    7 Januari 2009 at 1:10 am

    hmmm seru jg perjalanannya

     
  2. Thea S

    6 Agustus 2012 at 10:47 pm

    Cerita2 lagi dong tentang Batulicin. Saya ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang Batulicin:-)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: