RSS

Aksi preman di ibukota

18 Des

Maraknya kasus kekerasaan yang terjadi belakangan ini mau tidak mau membuat rakyat indonesia khawatir. Apalagi ditengah krisis ekonomi yang menerpa indonesia saat ini, mengakibatkan pangangguran yang bertambah banyak setelah terjadi PHK besar-besaran di Indonesia. Jumlah pengangguran yang semakin membengkak tersebut akan berimbas pada angka kriminalitas yang semakin meningkat.

Tingginya angka kriminalitas tersebut merupakan gejala dari memburuknya kinerja pemerintah. Dimana lapangan pekerjaan yang diharapkan oleh rakyat, semakin sempit. Dikarenakan banyak perusahaan-perusahaan di indonesia yang gulung tikar akibat dari krisis global tersebut.

Di ibukota sendiri, angka kriminalitas melambung tinggi. Hal ini juga terkait dengan arus urbanisasi yang menyerbu Jakarta. Sebelum krisis terjadi angka pengangguran di jakarta sudah mencapai 543 ribu orang. Ditambah lagi dengan korban PHK setelah krisis global, diperkirakan angka tersebut meningkat sebanyak 30%. Dengan jumlah pengangguran sebanyak ini, membuka peluang lowongan untuk jabatan preman.

Aksi premanisme yang sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kini mereka semakin liar dan terbuka. Beberapa kasus yang sebelumnya tidak ada, kini telah bervariasi. Seperti kasus pembajakan bis kota. Modus operandi mereka adalah dengan mencari orang yang telah menganiaya teman mereka. Jumlah preman dalam satu bus berjumlah sekitar 5-10 orang. Dengan dalih mencari tersangka penganiayaan teman mereka, mereka menginterogasi penumpang satu persatu. Semua penumpang ditanya tempat tinggal, suku apa, dan bekerja dimana. Dan setelah itu mereka menggeledah tas dan dompet penumpang dengan dalih melihat KTP dan mencari benda benda tajam yang disimpan penumpang. Dalam aksi penggeledahan inilah, mereka beraksi dengan mengambil uang, hp, dan barang berharga penumpang lainnya. Para penumpang sadar telah kehilangan hartanya setelah para preman tersebut turun dari bis kota.

Modus operandi lainnya adalah dengan pencurian spion mobil-mobil mewah. Aksi ini dilakukan secara terang-terangan. Biasanya pelaku berjumlah sekitar 2-3 orang. Bahkan ada pelaku yang nekat beroperasi seorang diri saja Spion-spion ini laku dijual kembali dengan harga sekitar 30rb-100rb perbuah. Satu hari mereka bisa mendapatkan 5 buah spion mobil mewah. Aksi pencurian ini dilakukan dalam hitungan detik saja. Lokasinya biasanya di perempatan lampu merah atau di jalan yang macet.

Aksi yang tidak kalah sadisnya adalah perampokan bersenjata tajam yang terjadi di beberapa tempat di jakarta. Ada juga gerombolan kapak merah yang sering merampok korbannya di tengah lampu merah jalan. Aksi-aksi ini semakin brutal, karena telah merenggut puluhan korban jiwa.

Ada juga para preman yang meminta uang di bus kota. Mereka sengaja menakuti masyarakat dengan mengatakan bahwa mereka baru keluar dari penjara, dan butuh uang untuk makan. Tampang mereka yang seram karena penuh dengan tato di badan, dan aksesoris lainnya seperti kalung, ikat pinggang yang besar dan terbuat dari besi, anting yang menambah angker penampilan mereka. Hal itu tentu saja membuat para penumpang ketakutan, dan harus rela merogoh koceknya untuk memberi uang kepada preman tersebut. Ada juga yang meminta uang dengan dalih untuk biaya berobat keluarga atau temannya yang sakit, dan yang lebih parah mereka meminta uang untuk sumbangan bagi pembangunan pesantren, masjid dll.

Banyaknya pengamen dan pengemis di jalan juga menimbulkan keresahan tersendiri bagi warga. Tidak jarang para pengamen tersebut berpakaian lusuh, bertato, dan berambut gimbal. Mereka mengamen di bus kota dan ada juga yang mengamen di dalam angkot. Para penumpang yang takut, mau tidak mau harus menyediakan uang kecil agar aman.

Modus lama yang masih populer sampai saat ini adalah pencopetan. Mereka beraksi ditengah penuh sesaknya penumpang yang berdiri di bis kota atau di dalam kereta jabotabek. Para pelaku biasanya berpakaian rapi, tidak nampak mereka gerombolan para pencopet yang sedang beraksi. Mereka seperti rombongan mahasiswa atau pekerja kantoran di jakarta.

Aksi aksi seperti ini yang membuat para masyarakat resah. Mereka takut akan kejadian buruk yang akan menimpa mereka. Jika hal ini terus berlanjut, dikhawatirkan banyak masyakarakat yang stres dan depresi dengan kelakuan preman-preman tersebut. Untuk itu perlu adanya tindak lanjut dari permprov DKI Jakarta untuk memberantas preman-preman yang berkeliaran di ibukota.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2008 in Sepak Pojok

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: