RSS

Bali

12 Des

Setelah menunggu lama, akhirnya saya berhasil menginjakan kaki di Pulau Bali. Setelah hanya melihat dari televisi dan mendengar cerita orang, akhirnya saya dapat menyaksikan dengan mata saya sendiri tentang keindahan Bali. Pada akhir juli kemarin, kami menuju ke Pulau Bali. Pesawat yang semula akan berangkat pukul 06.40 WIB, ditunda menjadi pukul 12.39 WIB. Alhasil, kami semua terpaksa dengan sangat
kecewa menunggu di Bandara Soekarno Hatta sampai waktu pemberangkatan tiba. Ternyata nama besar suatu maskapai penerbangan nasional tidak menjamin keberangkatan pesawat yang tepat waktu.

Namun kekecewaan kami terbayar lunas setelah kami semua mendarat di Bali. Setiba di bandara rombongan kami langsung menuju ke Garuda Wisnu Kencana. Walaupun pembangunannya belum tuntas semua, namun kami sudah dapat merasakan keindahan sentuhan para seniman-seniman di bali.

Tidak lama di komplek Garuda Wisnu Kencana, kami langsung meluncur ke Uluwatu utuk melihat sunset dan pagelaran tari Kecak disana. Wauwww, Indah sekali pemandangan kebawah dilihat dari atas Uluwatu. Namun sayang, teman kami ada yang kehilangan topi dan kacamata hitamnya karena diminta oleh monyet-monyet yang menghuni komplek Uluwatu.

Pagelaran tari Kecak berlangsung pada pukul 17.00 WITA. Suasana sangat ramai saat itu. Karena ada sekitar 200 orang yang menonton tari tersebut. Kesan magis pun sangat terasa pada saat sebelum pertunjukan. Benar-benar mengagumkan. Saya rasa diantara penonton yang melihat, tidak ada satu pun yang merasa tidak puas dengan pagelaran tersebut.

Pada hari kedua kunjungan kami, lami hanya punya satu agenda acara yaitu mengunjungi Universitas Udayana untuk menghadiri diskusi disana. Dan sore harinya kami hanya bermain bola di pantai Sanur.
Hari ketiga, banyak tempat yang akan kami kunjungi. Mulai berangkat pukul 08.00 dari wisma, kami langsung menuju Pura Besakih. Cukup jauh juga perjalanan dari wisma kami yang berada di Sanur menuju Pura Besakih. Kira-kira memakan waktu selama 4 jam. Cukup lelah memang, namun kami terhibur dengan pemandangan sepanjang perjalanan menuju Besakih. Saya jadi terbayang dengan kondisi lalulintas di Jakarta. Disini walaupun jalan ramai, namun semua kendaraan sangat mematuhi peraturan lalulintas. Dan tidak ada kendaraan yang melaju di atas 60km/jam walaupun jalan sepi.

Setibanya di Pura Besakih, kami langsung diserbu oleh para tukang ojek motor. Karena untuk menuju ke pura, bis kami harus di parkir di tempat parkir yang telah disediakan. Jarak dari tempat parkir ke Pura sendiri sekitar 300 m. Karena saya malas jalan, saya sewa saja ojek seharga 5000 rupiah.
Luas juga ya ternyata komplek pura ini. Untuk sampai ke puncak pura saja, saya harus bersusah payah mendakinya. Aduh, banyak sekali anak kecil yang meminta uang disini ya. Sekitar 1 jam saya berkeliling kami kembali ke pelataran parkir.

Kemudian tujuan kami selanjutnya adalah Istana Tampak Siring. Tapi karena malas jalan naik, saya hanya berputar-putar saja disekeliling komplek istana. Dan kemudian saya hanya berbelanja di dalam komplek istana Tampak Siring. Tapi saya kecele. Karena saya sempat membeli sebuah baju seharga 45 ribu, dan teman saya membeli baju seperti yang persis saya beli hanya seharga 15ribu. Rupanya kalau kita tidak pandai dalam menawar harga disini, kita bisa ditipu mentah-mentah oleh si penjual barang.

Puas berbelanja, perjalanan kami lanjutkan menuju kawasan Tanah Lot. Tiba di Tanah Lot sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Sambil menunggu sunset, kami mengadakan acara foto-foto. Lumayan banyak juga dari kami yang membawa kamera. Satu gambar saja bisa diabadikan oleh 10 kamera foto.

Saya sempat juga memotret sunset disana. Namun karena terhalang oleh awan, sunset tersebut jadi kurang merah warnanya. Tetapi setelah saya melihat hasil foto sunset kawan saya, saya menjadi kecewa. Karena pemandangan dari bukit di atas laut justru lebih indah dibanding saya yang memotret sunset dari pinggir pantai. Akhirnya setelah puas di Tanah Lot, kami menuju kawasan Jimbaran untuk makan malam disana.

Hari terakhir kunjungan kami, tidak banyak objek wisata yang kami kunjungi. Hanya pantai Kuta, itupun hanya sekedar menjejakkan kaki di pasir Kuta. Sepanjang hari itu kami banyak habiskan waktu untuk berbelanja ke Sukawati, Joger, dan pengrajin perak. Tidak berasa saking asyiknya berbelanja, duit di dompet saya tinggal 250ribu. Ah, tak apa lah. Yang penting masih ada ongkos buat naik taksi dari bandara ke rumah……

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Desember 2008 in Catatan Perjalanan

 

One response to “Bali

  1. kadek niti

    13 Desember 2008 at 3:15 am

    Terima kasih telah berkunjung ke Tanah Lot Bali

    Update info : http://www.tanahlot.net

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: