RSS

Dampak Turunnya Tarif Telekomunikasi Seluler Terhadap Kehidupan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Indonesia

04 Des

Maraknya para operator telepon seluler yang berlomba-lomba meraih pelanggan sebanyak-banyaknya, menjadi fenomena yang menarik akhir-akhir ini. Para operator seperti berpacu menurunkan tarif agar dapat merebut pasaran.

Pada pada tahun 90 an, tarif percakapan telepon selular dan harga kartu perdananya seperti tidak terjangkau oleh lapisan masyarakat terbawah. Namun tidak dengan tahun ini, dimana tarif percakapan telepon selular menutun drastis.

Hal ini sudah terjadi sejak awal tahun 2008, dimana XL sebagai operator pelopor penurunan tarif selular. Setelah XL membuat promo mengejutkan dengan tarif percakapan sebesar 0,000…../ detik, para operator selular lain berusaha merebut pasar dengan cara yang sama.

Seiring dengan permintaan masyarakat tentang kebutuhan alat telekomunikasi, para operator telepon baru pun bermunculan. Mulai yang akses di jalur GSM, maupun yang di jalur CDMA. Operator baru ini mengenalkan tarif promosi yang murah dan terjangkau oleh masyarakat lapisan ekonomi bawah. Adanya operator selular baru ini meramaikan perang tarif di pasaran. Operator lama seperti XL, simpati, maupun mentari gencar mencari kiat agar tidak ditinggal konsumen.

Turunnya tarif telekomunikasi ini tentu disambut hangat oleh masyarakat. Ditambah dengan harga ponsel yang semakin terjangkau masyarakat. Dimana rata-rata sebagaian besar rakyat Indonesia mempunyai penghasilan yang pas-pasan. Hampir di pelosok negeri ini, rakyat menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi, dan ini adalah pasar yang empuk buat operator seluler.

Operator tarif pun ramai-ramai memasang iklan agar mampu menjerat mangsa. Disatu sisi, penurunan tarif ini tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat. Namun disisi lain dampak dari pembelian pulsa ponsel pun semakin meningkat. Yang biasanya rakyat hanya menggunakan SMS sebagai pengirim pesan, rata-rata penggunaan pulsa sebesar 25 ribu perbulan, namun saat ini pemakaian pulsa bisa membengkak manjadi dua kali lipat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat. Karena penggunaan SMS menjadi turun, dan rakyat lebih memilih menelepon dari pada SMS. Dan tanpa mereka sadari biaya pemakaian pulsa ponsel menjadi bertambah. Dan ada juga operator telepon seluler yang tidak jelas dalam penghitungan pulsanya. Didalam iklan mereka menawarkan harga yang menarik sekali, namun dengan syarat tertentu biaya yang murah akan dikenakan. Jika konsumen dalam menelepon, belum memenuhi syarat tersebut, maka akan dikenakan tarif normal. Dengan turunnya tarif percakapan telepon, rakyat akan semakin gemar menelepon. Biasanya mereka akan tidak sadar jika sudah menelpon sesorang, namun pulsa mereka menjadi terkuras

Rakyat seperti membeli kucing dalam karung, konsumen hanya tertarik pada harga murah yang ditawarkan lewat iklan, tetapi mereka tidak sadar bahwa pulsa mereka malah terkuras habis. Adanya operator yang tidak transparan, sangat merugikan masyarakat. Konsumen hanya terjerat oleh iklan yang sesat tanpa dipikir lebih lanjut, maupun bertanya langsung tentang iklan tersebut kepada pemilik operator ponsel.

Disaat kondisi ekonomi yang sulit, dengan harga-harga sembako yang merambat naik, pemakaian pulsa yang meningkat tentu akan semakin menyudutkan masyarakat. Mereka seperti dihadapkan kesebuah dilema yang sulit. Pilihan pemakaian percakapan telepon daripada SMS yang bertarif lebih murah, namun menyesatkan konsumen, akan menjadi masalah tersendiri bagi rakyat. Kehidupan ekonomi mereka pun bertambah sulit, karena penghasilan yang tak kunjung meningkat namun pemakaian pulsa ponsel semakin membengkak. Rakyat pun akan semakin sulit keluar dari jurang kemiskinan.

Di lain hal, sebelum penurunan tarif telepon berlangsung, secara umum satu keluarga memiliki 2 ponsel yang dipegang oleh suami dan istri. Namun setelah penurunan tarif berlangsung, anak-anak mereka pun minta dibelikan ponsel, dengan alasan tuntutan jaman dan mumpung pulsa murah. Jika anggaran 1 orang sebesar 50 ribu untuk pemakaian pulsa. Andaikan 1 keluarga mempunyai dua anak yang sudah sekolah SMP, maka keluarga tersebut memiliki 4 ponsel dengan pengeluaran sebesar 4 x @Rp 50.000 = Rp 200.000. Tentu saja sang anak belum mampu membeli pulsa sendiri, mereka meminta jatah pulsa kepada orang tua. Dengan anggaran sebesar itu, tentu akan semakin menyulitkan para masyarakat. Ini juga tidak disadari oleh masyarakat. Mereka dengan senangnya membelikan pulsa kepada anak, namun menjadi bumerang bagi mereka sendiri.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah akibat dari pemakaian ponsel yang berlebihan untuk anak. Bisa jadi jika semakin banyaknya anak yang mempunyai ponsel, mereka akan lupa akan tugasnya, yaitu belajar. Mungkin jika mereka sudah memegang ponsel sendiri, mereka akan asyik dengan ponselnya. Seperti SMS dan nelepon teman. Memanfaatkan tarif percakapan yang murah, mungkin mereka akan asyik mengobrol dengan teman-teman mainnya sampai lupa waktu. Dan lupa dengan belajar. Dan ditakutkan mereka akan tertinggal pelajarannya. Memang belum ada penelitian ilmiah mengenai masalah ini. Namun ada baiknya para orang tua ikut mengontrol pemakaian ponsel oleh anak-anak mereka agar jangan terlalu bebas.

Hal-hal semacam inilah yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Dengan turunnya tarif percakapan ponsel, diharapkan rakyat akan semakin bijak dalam mengelola pulsa. Namun pada kenyataannya, rakyat justru terjebak oleh iming-iming pulsa murah. Namun justru pengeluaran mereka menjadi meningkat beberapa kali lipat untuk jatah pulsa. Kondisi seperti ini, sepertinya belum ditanggapi dengan serius oleh pemerintah. Jika kondisi seperti ini masih berlanjut, dikhawatirkan rakyat akan semakin terjerumus. Perang tarif seluler akan semakin membuat rakyat bingung, bagaimana memlilih operator seluler yang tepat.
Penulis : Sigit S

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2008 in Sepak Pojok

 

Tag: ,

One response to “Dampak Turunnya Tarif Telekomunikasi Seluler Terhadap Kehidupan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Indonesia

  1. ikankoi

    19 Desember 2008 at 6:22 am

    seperti buah simalakama ?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: