RSS

Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia

19 Nov

Pada tahun 1984 dicanangkan wajib belajar pendidikan dasar enam tahun, dan setelah sepuluh tahun berjalan kembalai dicanangkan oleh pemerintah melalui Inpres Nomor 1 Tahun 1994 ditetapkan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Hal ini berarti bahwa setiap anak Indonesia yang berumur 7 s/d 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar 9 Tahun sampai tamat. Dan lagi harapan itu begitu besar untuk agar masyarakat Indonesia minimal sampai tamat sekolah menengah pertama. Jika secara jujur mengevaluasi program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Enam Tahun yang sudah 10 tahun dicanangkan, kita masih dapat melihat masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang belum tamat setingkat pendidikan dasar. Permasalahan – permasalahan tersebut bukan semakin memudar, justru semakin mengkristal dan melahirkan masalah-masalah baru. Program-program baru pun muncul sebagai penunjang Wajadikdas 9 Tahun ini seperti: SMP Terbuka, SD-SMP Satu Atap, USB Dll.

Bagaimana dengan tahun 2008 ini?.

Sudah genap 14 tahun program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di canangkan oleh pemerintah Indonesia. Kondisi-kondisi permasalahan terus membanyangi hingga saat ini, kendala-kendala dari berbagai aspek fisik maupun nonfisik masih belum dapat teratasi dengan optimal. Bahkan pemerintah menjanjikan akan tuntas pada tahun 2009, dengan melihat kondisi real dimana masih banyak masyarakat yang belum dapat meniklmati pendidikan. Sungguh ini suatu ironi, dimana di UUD 1945 dinyatakan mendapatkan pendidikan adalah suatu hak warga Negara sedangkan melalui Inpres dicanangkan wajib belajar. Sebenarnya pendidikan itu adalah hak atau kewajiban ?

Pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengalami permasalahan yang cukup komplek. Baru-baru ini Indeks Pendidikan Indonesia atau EDI (Education Development Index) menurun yang dilaporkan oleh EFA (Education for All) dan dipublikasikan pada November 2007 lalu. Posisi berada dalam kategori sedang bersama 53 negara lainnya. Dengan penilaian pada kategori angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas 5 sekolah dasar. Peringkat melorot dari 58 pada tahun sebelumnya menjadi 62, setingkat di atas kita yang tahun sebelumnya sempat berada di bawah . Dari kategori penilaian tersebut dapat diketahui bahwa masih sedikit lebih baik di antara negara-negara se kawasan seperti, Kamboja, dan. Mungkin saja tahun ke depan dan Kamboja akan melampaui angka pencapaian Negara kita, ini ditunjukkan peningkatan total indeks pendidikan setiap tahunnya. Olehnya itu patut menjadi perhatian bahwa jatuhnya peringkat indeks dari tahun sebelumnya berarti kuantitas angka partisipasi pendidikan dasar menurun belum lagi kalau berbicara kualitas.

Masalah lain dalam pendidikan kita adalah tidak tersusunnya pola yang jelas dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Kurikulum sekolah yang semestinya dijadikan acuan dalam sistem pengajaran, belum bisa diterapkan dengan semestinya di beberapa daerah. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya fasilitas mengajar dibeberapa daerah. Ini menyebabkan kualitas lulusan sekolah-sekolah tersebut tidak dapat bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Indonesia.

Dan yang lebih menyediakan lagi adalah masih kurangnya tenaga pengajar di daerah-daerah pelosok. Masih banyak tenaga guru yang mengajar dari kelas satu sampai kelas enam sekolah dasar. Ini dikarenakan minimnya tenaga pengajar didaerah tersebut. Seperti terjadi didaerah Batam. Terdapat guru yang mengajar dua rombongan belajar secara bersamaan. Parahnya, dua rombongan belajar itu dididik dalam satu ruangan. Penghasilan guru sekolah dasar yang rendah menjadi alasan utama bagi putra asli daerah untuk terjun sebagai tenaga pengajar. Gaji pokok seorang guru SD bergolongan II-C sampai III-B hanya Rp 200-300 ribu. Memang masih ada beberapa tunjangan, tapi jelas jumlah itu tak cukup untuk menghidupi sebuah keluarga pada saat krisis ekonomi seperti sekarang.

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2008 in Sepak Pojok

 

Tag: , ,

4 responses to “Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia

  1. rony tobing

    13 Mei 2010 at 6:03 pm

    Inti masalah pendidikan di Indonesia adalah pendidikan dasar (Sekolah Dasar). Jangankan di desa-desa atau di daerah terpencil, tetapi di kota besar juga terjadi masalah yang sama. Masalah yang lebih memprihatinkan lagi adalah mutu lulusan itu sendiri. Akhir-akhir ini, sekolah-sekolah cenderung bangga dengan lulus 100%, bahkan Siswa Sekolah Dasar jarang ada yang tidak lulus (bedakan dengan SMP dan SMA). Pengalaman saya sebagai guru SMP, ada banyak siswa lulusan SD yang tidak layak duduk di bangku kelas VII SMP, bahkan kelas IV SD sekalipun. hal ini dilihat dari caranya berhitung, membaca dan menulis. Ini masalah yang serius…… Bagaimana mungkin siswa yang tidak layak tersebut mengikuti pendidikan di SMP. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional perlu mengkaji ulang Kurikulum Sekolah Dasar. Anak saya yang masih duduk di kelas 1 SD sudah belajar Hak dan kewajiban, IPS, PKN, Bahasa Inggris. Pada hal yang perlu sama dia bukan teorinya tapi contoh tiruan, artinya pelajaran tersebut tidak perlu diujikan. Akibatnya inti pengetahuan yang sangat perlu seperti membaca, berhitung, menulis tidak maksimal.Sekolah-sekolah banyak yang berlomba membeli buku, seakan-akan tanpa buku dari penerbit guru tak bisa menjalankan tugasnya, sangat menyedihkan memang. Buku-buku pelajaran pun memperhatikan umur anak yang menggunakan. Jika pendidikan di Indonesia ini mau bagus, PERHATIKAN DULU KURIKULUM SEKOLAH DASAR. Di Sekolah Dasar yang 6 tahun itulah penanaman doktrin moral, disiplin, perilaku, dasar berhitung, budaya membaca, nasionalisme, dll. Trimakasih….. Rony Tobing, Guru salah satu SMP Swasta di Pekanbaru

     
  2. Pencari Beasiswa

    14 Agustus 2010 at 4:49 am

    Nice posting…menarik sekali

    Oh..ya klo bs saya berminat dengan info beasiswa dan referensi pendidikan lainnya.

    Mampir juga ke blog saya http://www.jurnal-hidup.co.cc

    Ditunggu kunjungan balasannya.

    Salam Persahabatan

     
  3. Rihka Seltubir

    8 April 2013 at 12:15 am

    Mantap….
    Saya Sangat Mendukung,Komentar Anda….
    N saya Sala satu Mahasiswa Universitas Negeri Malang
    Jurusan PGSD

     
  4. piter

    6 Maret 2014 at 6:39 pm

    bagus..mksih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: