RSS

Cengeng nya pelajar kita… 

Miris… Begitu melihat perilaku anak anak sekolah jaman  sekarang. Pelajar yang akan menjadi investasi di masa depan, seakan mematahkan semangat kita melihat masa depan yang lebih baik. 

Banyaknya Tawuran pelajar, pacaran dan seks bebas, narkoba, menjadi cermin kegagalan kita dalam mendidik remaja. Perilaku tersebut juga sekaligus menjadi bukti bahwa modernisasi membuat remaja kita kehilangan arah. 

Akhir akhir ini banyak berita yang mengangkat seorang guru yang dianiaya oleh siswa dan orang tua murid. Padahal karena kasus sepele seperti siswa yang tidak ikut upacara, siswa yang tidak mengerjakan PR, seorang guru memberikan  teguran atau menghukum siswa tersebut. Namun tindakan guru tersebut malah mendapat balasan dari siswa dan orang tuanya dengan menghakimi guru tersebut. Benar-benar perilaku cengeng dan tidak dapat diterima dengan akal sehat seorang guru dianiaya karena menegur dan menghukum siswa tersebut. Saya teringat ketika sekolah pada era tahun 80-90an, orangtua saya akan memarahi saya karena tindakan indisipliener di sekolah. Namun yang terjadi sekarang malah sebaliknya, orangtua lah yang menghakimi guru tersebut, karena tindakan indisipliener anaknya.

Saya juga miris melihat perilaku seks menyimpang pada remaja saat ini. Banyaknya kasus seks bebas, pemerkosaan membuat kita khawatir akan masa depan remaja saat ini. Bahkan dengan kecanggihan teknologi saat ini, dimana pelajar sudah memiliki hp/gagdet sendiri membuat siswa dengan mudah mengakses situs berkonten pornografi. Dengan gadget pula banyak remaja yang sengaja mendokumentasikan gaya pacaran dan seks bebas mereka dan diunggah ke Internet. Dengan tidak malu bahkan bangga, video tersebut disebar melalui media sosial. 

Banyak lagi kasus kasus penyimpangan perilaku remaja saat ini. Bagaimana dengan masa depan mereka. Bagaimana dengan masa depan anak-anak kita nantinya. 

Perilaku menyimpang para remaja saat ini karena pembinaan akhlak untuk remaja sangat kurang. Mereka dibiarkan bebas berkembang tanpa ada pengawasan ketat dari orang tua. Kurangnya pendidikan agama di keluarga dan sekolah, dan sibuknya mencari nafkah para orang tua, ditambah lagi orangtua yang terlalu memanjakan anaknya, membuat para remaja berkembang liar. 

Orangtua yang berakhlak mulia akan melahirkan anak yang berakhlak mulia juga. Begitu juga sebaliknya. Pembinaan akhlak saat ini tidak hanya harus diberikan kepada anak-anak saja, tetapi juga kepada orangtua. Agar mereka dapat menjadi contoh untuk anak-anak nya bagaimana bertingkahlaku saat ini. 

Orangtua juga harus mampu mendidik anak untuk tidak cengeng, mampu menyelesaikan persoalan nya sendiri dengan baik. Tidak serta merta di setiap persoalan anak, orang tua campur tangan. 

Hal seperti ini lah yang kurang di masyarakat kita. Ingat, anak anak yang berakhlak mulia adalah investasi para orang tua di akhirat nanti. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak anak kita menjadi anak soleh yang berahklak mulia, jika kita tidak mampu menjadi contoh dan guru bagi anak anak kita. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Agustus 2016 in Renungan

 

Tag: , ,

Bukan Hujatan…Tetapi Doa

Kurang puasnya masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dituangkan kedalam hujatan /cacian/ ejekan di media sosial (Medsos)  Kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, langsung menuai respon negatif dari masyarakat. Apalagi dari kelompok masyarakat yang berseberangan dengan pemerintah.

Hal seperti ini dilarang dalam agama Islam. Hujatan/celaan terhadap seseorang yang tidak sesuai, akan menimbulkan fitnah. Jelas tertuang dalam Al Quran surat Al Hujurat, ayat 11,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Pemimpin kita adalah cerminan dari kita sendiri. Karena banyaknya kerusakan akhlak pada masyarakat. Allah akan menjadikan pemimpin dari kaum kita sendiri. Yang akan mewakili sebagian besar sifat kita.

Dalam sebuah ayat Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129).

“Demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (QS. al-An’am : 129).

Media social lah yang menjembatani celaan dan hujatan terhadap pemimpin kita tersebut. Hal ini membuat kita miris, bukankah media sosial tersebut dapat kita pergunakan untuk hal-hal yang bernilai positif. Media sosial bukanlah tempat untuk menyebarkan hal-hal provokatif seperti yang berbau sara dan politik. Menghujat, mencela para pemimpin kita, tidak akan memberikan dampak yang positif bagi Negara ini. Malah akan menimbulkan masalah yang sangar bagi Negara.  Pengaruhnya sangat besar, bagi yang mereka yang menerima mentah-mentah berita tersebut tanpa kroscek kebenaranya kembali, akan semakin menimbulkan kebencian kepada pemerintah. Dan hal seperti ini lah yang harus di hindari. Karena semakin banyak kebencian terhadap pemerintah, maka semakin banyak pula program-program dari pemerintah yang tidak akan berjalan

Sikap kita yang paling baik adalah mendoakan kebaikan bagi para pemimpin kita, agar dapat menjadi pemimpin yang amanah, adil, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita juga sebaiknya mendoakan para pemimpin untuk selalu berjalan di jalan Allah dengan berpatokan Al Quran dan Hadist dalam semua hal. Kita juga harus mendoakan semoga para pemimpin tersebut mendapat taufiq kepada kebenaran, semoga mereka mendapat pertolongan, semoga Allah memberi mereka pembantu-pembantu yang shalih dan semoga Allah membebaskannya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan teman-teman yang jahat.

Dengan mendoakan para pemimpin, selain kita mendapat pahala atas doa kita, kita pun juga memberikan sumbangsih terhadap pembangunan Negara ini.
Tidak menghina pemimpin tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن

“Barangsiapa yang menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR al-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?”   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)

Maka sebaiknya kita hindari hujatan/celaan tersebut. Apabila kita tidak secara langsung dapat membangun Negara ini, marilah kita mulai dengan doa. Agar Negara ini dapat menjadi lebih baik.
 

Sesungguhnya Allah tidaklah mengubah suatu kaum, sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du [13]: 11)

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2016 in Renungan

 

Tag: , , , ,

Revolusi Akhlak sebelum Revolusi Mental

Revolusi mental, itulah slogan yang sering di dengar pada masa pemerintahan presiden Jokowi. Mental dapat diartikan sebagai hal yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Menurut kamus besar bahasa indonesia, mental bermakna aktivitas jiwa, cara berfikir, dan berperasaan. Jadi Revolusi Mental dapat diartikan sebagai aktivitas mengubah kualitas manusia kearah yang lebih bermutu dan bermental kuat dalam berbagai aspek dengan jangka waktu yang cepat.

Satu ucapan dari presiden Joko Widodo yaitu :

“Satu hal yang kita butuhkan adalah revolusi mental dari negativisme kearah positivisme”. Berarti merubah semua perilaku negatif/salah menjadi perilaku yang positif/benar.

Sesuai dengan jargon revolusi mental tersebut, untuk merubah mental masyarakat ke arah yang positif, diperlukan landasan yang kuat agar revolusi mental tersebut berjalan dengan baik. Dasar tersebut berupa akhlak yang baik/terpuji, dalam bahasa arab disebut akhlak Mahmudah/Karimah.

Perkataan akhlak berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, adat kebiasaan.

Sedangkan Karimah berarti mulia, terpuji, baik.

Manusia yang mempunyai sifat Akhlakul Karimah, adalah manusia yang dapat menjaga segala perbuatan dan tingkah laku dengan baik, dan tidak tersejerumus kedalam perilaku yang buruk/tercela yang dalam bahasa arb disebut dengan Akhlakul Madhmumah.

 

Manusia yang paling sempurna dan mulia akhlak nya adalah Nabi Muhammad SAW. “Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak (budi pekerti) yang amat tinggi” (Al Qalam : 4).

Merubah mental masyarakat Indonesia, bukanlah perkara yang mudah. sering kita mendengar istilah “mental tempe”. Suatu istilah yang tidak lazim namun sudah banyak di pergunakan. Orang bermental tempe adalah bermental kemaren, tidak berani, penakut, hanya berani ketika lawan sudah pergi. Orang bermental tempe akan mudah patah semangat, satu kali kegagalan akan menjadi sebuah trauma yang berkepanjangan.

Rusaknya akhlak masyarakat Indonesia, saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya korupsi yang dilakukan pejabat, perilaku seks bebas, pesta narkoba, pemerkosaan dan pembunuhan, tawuran remaja, hal-hal itulah yang rutin mengisi berita setiap hari. Hal ini disebabkan karena mereka tidak takut untuk melakukan sebuah dosa besar.

Pengaruh globalisasi/modernisasi barat dan mudahnya masyarakat mengakses internet menjadi pintu masuk utama dari rusaknya akhlak. Ditambah lagi dengan siaran-siaran dari televisi yang tidak memperdulikan nilai-nilai islam, menjadi panutan remaja Indonesia saat ini. Kita bisa melihat tayangan-tayangan televisi pada jam-jam tayang utama, mayoritas berisikan acara yang tidak berguna sama sekali. Ada sinetron yang menayangkan anak SMP berpacaran dan anak SD sudah puber, acara live berisi candaan yang tidak mendidik, tayangan film/sinetron India pamer aurat, dll

Kerusakan akhlak seseorang dapat mengganggu ketentraman orang lain. Jika penyimpangan akhlak terjadi dalam skala besar pasti berakibat rusaknya masa depan bangsa dan negara. Olehnya itu, harusnya revolusi akhlak menjadi tujuan utama sebelum revolusi mental.

Agar kita mempunyai akhlak yang bagus/terpuji kita bisa belajar dari Rasulullah SAW. Dalan Alqur’an surah Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik”. Dia lah manusia yang patut dicontoh, dengan belajar dari kisah hidup Rasulullah, Alquran, dan riwayat hadits-hadist sahih, maka inysaallah kehidupan kita akan menjadi lebih bermanfaat kembali.

Syauqi Bek, seorang penyair Mesir mengungkapkan bahwa eksistensi suatu bangsa, sangat tergantung pada akhlak dan moral, jika moral dan ahklak suatu bangsa rusak, maka akan rusak dan hilanglah masa depan bangsa tersebut.

Insyaallah kita semua termasuk orang-orang yang berakhlakul Karimah. Aamiin

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juli 2016 in Renungan

 

Tag: , , ,

Surat terbuka buat ISIS..

Surat terbuka untuk ISIS… (Baik itu pengurus maupun anggotanya)

ISIS yang terhormat,
Kami tahu anda disegani dan ditakuti di seluruh dunia. Namun kami sebagai rakyat Indonesia merasa sudah sepantasnya lah anda yang takut kepada kami.
Kami punya banyak jawara yang tidak mempan ditembak.
Kami juga punya ormas2 yang sangat banyak, yang berani untuk berkelahi dimanapun dan kapanpun karena ada nasi bungkus.
Kami pun mampu mengirim santet, teluh, pelet, dan lain sebagainya yang bisa sampai dalam radius ratusan kilometer.
Kami punya banyak homo, lesbian, dan kaum sejenis nya yang biasa kami sebut LGBT… Yang pasti akan membuat anda lari tunggang langgang karena jijik.
Kami punya banyak koruptor-koruptor yang mampu menyuap pemimpin anda agar tidak meneror kami…
Kami juga tidak takut dengan teroris. Karena kami terbiasa punya banyak pejabat di negara ini seperti anggota DPR yang biasanya tidur waktu sidang, pejabat daerah dan pusat yang mampu menindas rakyat… Bukankah itu sudah lebih kejam daripada teroris seperti anda.
Apa yang anda inginkan dari kami.
Ingin menjadi kan negara kami negara islam? …. Bukankan mayoritas penduduk kami sudah islam.
Ataukah anda ingin mengambil sumber daya alam bangsa kami, bukankah sumber daya tersebut sudah kami lelang dengan harga murah kepada investor dr negara lain, dan kami tidak mampu lagi untuk mengambilnya lagi.
Atau anda ingin memiliki sebagian wilayah indonesia, anda bisa nego langsung kepada pejabat pusat maupun daerah karena kami juga sudah sering kehilangan pulau pulau kami. Anda juga bisa mencaplok pulau pulau tersebut dengan cara membagi rejeki kepada masyarakatnya, karena masyarakat di wilayah perbatasan kami hidup sangat miskin, dan kami yakin jika ada referendum untuk wilayah tersebut, anda yang akan menang.
Apa lagi yang anda inginkan dari kami?.
Sudahlah, kami tidak takut dengan teror cengeng seperti itu, karena setiap hari kami sudah terbiasa diteror oleh harga2 tinggi, kemacetan, banjir, dan bahkan bencana alam yg setiap saat meninpa kami.
Sudahlah, kami tidak takut apapun.
Salam dr kami,
Rakyat Indonesia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2016 in Uncategorized

 

Tag: , , , ,

El Ge Be Te…

lgbtKisah perjalanan manusia memang beraneka ragam. Seiring dengan perkembangan jaman, dan modernisasi menjadi gaya hidup.

Namun dalam perjalanannya gaya hidup manusia menjadi nyeleneh. Seperti yang sedang marak akhir-akhir ini yaitu LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Singkatan itu yang sangat populer pada saat ini.

Orang yang terinfeksi virus LGBT, mengklaim bahwa ini lah gaya hidup mereka. Sesuai dengan perubahan jaman. Dan harus bisa diterima masyarakat.

Penyimpangan seksual homoseks telah ada sejak jaman Nabi Luth. Kaum homoseks pada jaman Nabi Luth merupakan salah satu umat yang dilaknat dan tertimpa azab langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala. Pelanggaran seksual berupa homoseks umat Nabi Luth bisa dilihat dalam Al-Quran:

  • Surat An-Naml ayat 54-55
  • Ash-Syu’araa’ ayat 165 – 166 dan
  • Huud ayat 77 dan seterusnya.
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (54)

Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan hina itu dan kalian memamerkannya?”
[Surat An-Naml ayat 54]

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ (55)

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki dengan nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kalian adalah kaum yang bodoh”.
[Surat An-Naml ayat 55]

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ (165)

Mengapa kamu mendatangi (menyukai) jenis lelaki di antara manusia,
[Ash-Syu’araa’ ayat 165]

وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ (166)

dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.
[Ash-Syu’araa’ ayat 166]

Surat Huud ayat 77 – 82

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ (77)

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka (kaum), dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”.

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ (78)

Dan datanglah kepadanya (Nabi Luth) kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ (79)

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”.

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ (80)

Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.

قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ (81)

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82)

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

Dari dalil diatas sudah jelas bahwa segala bentuk penyimpangan seksual, termasuk El Ge Be Te di larang oleh agama. Saya rasa semua agama, apalagi Islam, melarang segala bentuk penyimpangan seksual. Manusia diciptakan untuk hidup saling berpasang-pasangan. Laki-laki dan perempuan. Bahkan Islam menyarankan manusia untuk mempunyai anak yang banyak, agar umat manusia tidak punah.

Sangat mengkhawatirkan melihat cerita mengenai LGBT ini. Dan yang lebih parah lagi, banyak kasus2 LGBT terjadi. Apalagi di dunia selebritis….sebut saja SJ dan IB. Bahkan ada seorang ustad yang terang-terangan mendukung LGBT, mau jadi apa negara ini.

Kita tidak dapat membayangkan bencana apa yang akan terjadi jika perilaku LGBT makin marak. Ditambah lagi dengan komunitas LGBT yang meminta kepada permerintah untuk melegalkan hubungan sesama jenis. Seperti yang sudah terjadi di beberapa negara di dunia ini. Mereka berdalih HAM.

HAM seperti apa ???

HAM yang akan membuat anak cucu kita bebas berhubungan seksual !!!

HAM yang akan membuat kita di laknat Allah SWT !!!

HAM yang akan menggiring kita masuk ke pintu neraka !!!

Akankah seorang ayah sebagai pelaku LGBT, akan senang melihat anak laki-lakinya berhubungan seksual dengan laki-laki juga. dan apakah seorang ibu yang lesbian akan senang dan menyarankan anaknya untuk menjadi lesbian juga. Seorang manusia normal tentu tidak akan senang/setuju apabila melihat anaknya terjangkit virus LGBT.

Sekali lagi, hubungan seksual yang diperbolehkan adalah hubungan antara lelaki dan perempuan. Dan syarat utamanya adalah MENIKAH.

Tolak LGBT…..dan cegah, jangan sampai kita tertular virusnya. Karena Neraka sangat luas. Akan mampu menampung berapapun pelaku LGBT yang jumlahnya sangat banyak.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2016 in Cerita Anak Manusia, Uncategorized

 

Tag: , , , , ,

Indikator Keberhasilan Utama (IKU) Manusia…

Hidup adalah persinggahan
Kembali ke masa lalu.
Apakah bisa ?
Tapi untuk apa ?
Mengoreksi kehidupan masa lalu, agar kehidupan sekarang dapat lebih baik ?

Sering kita teringat akan kehidupan masa lalu. Masa lalu yang memiliki banyak kenangan. Masa lalu yang suram, yang pahit dan manis.
Imam Godzali pernah menanyakan kepada muridnya, Hal apa yang paling jauh dari kita ? Jawabannya adalah masa lalu. Karena kita tidak akan mungkin kembali lagi kesana.
Ya, masa lalu adalah cerminan kehidupan kita saat ini. Masa lalu adalah tolok ukur kehidupan masa kini.
Keberhasilan pada diri kita saat ini adalah buah kerja keras kita pada masa lalu.
Ketidakberhasilan kita pada masa kini, adalah buah dari keterlenaan kita pada masa lalu.
Lalu, apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan kita pada saat ini. Apakah harta yang berlimpah, Jabatan tinggi, Keluarga yang bahagia,
Semua yang berhasil kita dapat saat ini di dunia, seperti harta yang banyak, jabatan yang tinggi, keluarga yang harmonis, kehormatan, ketenaran, anak-anak kita…apakah itu semua merupakan tolok ukur keberhasilan hidup kita di dunia.

Ataukah tolok ukur keberhasilan kita di dunia ini adalah kebahagian. Lantas kebahagiaan yang seperti apa…bukan kah manusia selalu mendapat cobaan dalam kehidupan di dunia ini. Hal yang mustahil kalau ada manusia yang dapat hidup bahagia terus sampai akhir hayatnya, tanpa adanya masalah dalam kehidupan.
Bukankah kebahagiaan yang abadi adalah kebahagiaan di akhirat nanti ?
Kembali ke persoalan semula, Lantas apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan hidup manusia di dunia ? jawabannya tidak ada yang tahu.
Manusia yang berhasil dalam kehidupan saat ini adalah manusia yang lulus ujian di dunia ini.
Indikator keberhasilan hidup di dunia adalah kematian yang khusnul khotimah.
Keberhasilan hidup didunia ini dapat kita rasakan setelah kita melewati fase kematian.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita mampu menjawab semua pertanyaan Munkar dan Nakir dengan sempurna.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita tahu bahwa begitu lapangnya kuburan kita, dan kita ditemani oleh sosok gaib yang menyejukan mata yang merupakan simbol dari amal kehidupan kita di dunia ini.
Keberhasilan hidup kita di dunia ini dapat kita ketahui setelah kita mendapatkan tempat yang tertinggi di akhirat nanti, dan bersanding dengan orang orang yang salih lainnya. Suatu tempat yang indah, yang adalah tempat dimana kita dapat merasakan semua puncak kenikmatan kehidupan di akherat.
Keberhasilan hidup kita di dunia dapat kita ketahui setelah kita mampu lolos dari jilatan api neraka yang super panas dan tak tertanding.
Dunia merupakan suatu persinggahan, dimana didalamnya terdapat banyak ujian, cobaan, tangis, dan tawa. Tak ada yang abadi dalam Kehidupan. semua yang abadi adalah milik Allah SWT. Begitu pula dengan kehidupan manusia.
Semua kebahagian dan kesuksesan kita saat ini, bukan merupakan tolok ukur keberhasilan kita hidup dunia.
Setiap manusia mempunyai kehidupan masing masing. Tak ada manusia yang memiliki jalan kehidupan sama dengan manusia lainnya. Manusia adalah makluk unik. Milyaran manusia yang hidup sejak jaman Nabi Adam, mempunyai jalan kehidupan yang berbeda-beda. Namun satu tujuan..yaitu mencapai keberhasilan hidup di dunia.
Mari kita perbaiki sisa kehidupan kita. Tak perlu menyesali kehidupan masa lalu yang suram, karena keberhasilan kita hidup di dunia ada tolok ukurnya. Yaitu Jannah..surganya Allah SWT.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2015 in Renungan

 

Tag: , , , , , ,

Sumbawa

Sumbawa merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumbawa merupakan salah satu kepulauan yang berada di tengah laut.
Mendapat kesempatan untuk dinas ke Sumbawa, saya tentunya tidak ingin menyia-nyiakan hal ini.

Dan Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk melihat pemandangan nan indah di teluk sumbawa dan Pulau Moyo…IMG_20150908_175910[1]IMG_20150908_165057[1]

IMG_20151022_173230[1]IMG_20150908_180217[1]

IMG_20150908_180342[1]IMG_20150908_180420[1]IMG_20150908_174313[1]IMG_20151022_172758[1]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 September 2015 in Catatan Perjalanan

 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.