Hebatnya TK di Indonesia
24 Nov 2008 4 Komentar
in Sepak Pojok Tag:kurikulum TK, PAUD, TK
TK atau Taman Kanak-kanak merupakan wadah pendidikan awal seorang anak sebelum dia melanjutkan ke pendidikan dasar. Masih ada lagi sebenarnya kelas di bawah TK seperti play group, namun di TK lah seorang anak mendapat bekal untuk melanjutkan ke pendidikan dasar.
Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sidiknas) No 20 tahun 2003, TK masuk dalam sistem pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan titik berat pembelajaran moral, nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian.
Dari undang-undang tersebut, dapat diketahui bahwa pelajaran membaca dan menulis tidaklah termasuk dalam kurikulum pembelajaran anak di TK. Namun hampir semua TK di Indonesia mengajarkan membaca, menulis dan berhitung (calistung) kepada muridnya. Hal ini terkait dengan tuntutan dari SD di Indonesia. Sekolah Dasar di Indonesia menuntut agar murid-murid kelas 1 (satu) nya sudah mampu menguasai calistung. Ini dapat dilihat dari tes masuk SD, yang mengetes para lulusan TK dengan calistung. Akhirnya, mereka yang menguasai calistung lah yang dapat sekolah di SD tersebut. Dengan tuntutan seperti ini para orang tua murid di TK juga menuntut agar di TK tersebut diadakan pembelajaran calistung. Dan itu membuat para guru TK di Indonesia untuk wajib mengajarkan calistung kepada muridnya.
Hal ini tentunya memberikan tekanan psikologis tersendiri untuk para murid TK. TK yang seharusnya adalah tempat bermain bagi mereka telah menjadi “neraka” bagi sebagian murid. Disinilah salahnya struktur pendidikan kita, dimana para murid TK sudah diajarkan stress sedari dini. Hal ini akan berpengaruh pada psikologi anak TK. Mereka tidak bisa mengembangkan kemampuan improvisasi otak mereka, karena mereka sudah didoktrin dahulu dengan pelajaran calistung. Anak usia TK yang masih ingin bermain, sudah diberikan tekanan psikologis kepada mereka. Efeknya akan terjadi ketika mereka telah dewasa. Mereka kurang mampu utuk mengambangkan imajinasi mereka.
Sekolah TK diluar negeri, belum ada yang memasukan kurikulum calistung di sekolah mereka. Ambil contoh di Jepang. Para murid TK disana hanya mendapatkan pelajaran bernyanyi, berbaris, makan. Tidak ada sama sekali proses belajar mengajar calistung. Kemudian di sekolah dasar mereka baru mendapatkan pelajaran calistung. Mereka sadar, bahwa belum saatnya anak TK belajar calistung. Mereka hanya mengarahkan anak murid agar mereka dapat disiplin, menjaga kebersihan, taat kepada Tuhan.
Alangkah hebatnya TK di Indonesia yang sudah melebihi kurikulum pendidikan TK di negara maju….
Mengabadikan Perjalanan Anda
22 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in Fotografi Tag:dokumentasi perjalanan
Sebuah perjalanan menyimpan sejuta kenangan. Dan foto menjadi “tempat” untuk mengabadikan kenangan tersebut. Itu sebabnya kamera selalu menjadi peranti yang tak boleh terlupakan bagi seorang traveler.
Kini, memotret jauh lebih mudah dengan hadirnya kamera digital. Hampir dalam segala hal, kamera digital memberi kemudahan dibandingkan kamera-kamera “jadoel”. Jika dulu Anda harus membawa sejumlah rol film, kini cukup dengan sekeping kartu memori. Kartu memori jenis SD (secure digital) misalnya, ukurannya tak lebih besar dari keping uang logam, tapi kapasitasnya dapat menampung ratusan hingga ribuan foto.
Bagi Anda yang awam dengan teknik pemotretan, dulu tentu direpotkan dengan urusan pencahayaan. Namun, kini Anda tak perlu repot lagi karena semua sudah diambil alih oleh “kecerdasan” kamera. Apalagi, dengan hadirnya layar LCD yang memungkinkan melihat tampilan obyek, Anda sudah dapat memperkirakan hasil foto sebelum menjepretkan kamera digital.
Jika Anda cukup memahami teknik-teknik dasar pemotretan, menggunakan kamera digital tentu lebih menyenangkan lagi. Terbuka lebar ruang untuk berkreasi bagi Anda yang ingin membuat hasil foto tertentu. Umumnya kamera digital sudah menyediakan mode pemotretan yang sudah diprogram terlebih dahulu, misalnya untuk pemotretan di malam hari atau untuk memotret anak-anak dan benda bergerak. Anda tinggal mengatur kamera pada mode tersebut, dan jepretkan kamera. Mudah sekali bukan?
Tips bepergian
Akan tetapi, kenangan perjalanan dapat hilang selamanya jika Anda tidak mempersiapkan kamera digital dengan baik. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan?. Berikut beberapa tips sebelum anda memulai perjalanan:
- Sediakan kartu memori dengan kapasitas yang cukup. Anda tentu tidak mau repot-repot membawa laptop dan setiap kali mentransfer hasil foto bukan? Selain menyita waktu, membawa-bawa laptop sangat tidak praktis dan berisiko-entah rusak atau hilang di jalan. Lebih baik Anda membawa kartu memori berkapasitas besar atau tambahan kartu memori cadangan. Jika hendak menukar kartu memori, perhatikan dengan saksama sehingga Anda tidak mencabutnya saat kondisi kamera masih hidup.
- Mungkin Anda bertanya, berapa kapasitas kartu memori yang dibutuhkan. Pertanyaan ini tentu saja terpulang kembali pada kebutuhan Anda: berapa lama perjalanan yang Anda lakukan dan seberapa baik kualitas gambar yang Anda inginkan. Tabel di bawah memberi gambaran banyaknya gambar yang dapat Anda ambil menggunakan kartu memori dengan kapasitas 512 MB, berdasarkan besar (resolusi) dan kualitas gambar.
- Jangan lupa membawa charger atau baterai cadangan. Sebagai sumber daya, baterai merupakan “nyawa” kamera digital. Ada kamera yang menggunakan baterai yang relatif murah-bisa menggunakan baterai alkaline-, ada juga yang mahal. Jika Anda berencana melakukan perjalanan panjang-katakan, menembus hutan seharian-dan sepanjang jalan kemungkinan Anda aktif memotret, sangat dianjurkan untuk membawa baterai cadangan. Anda dapat menghemat pemakaian bateri dengan mematikan LCD.
- Jika Anda bepergian ke daerah pegunungan atau negara sub-tropis yang hawanya dingin, perhatikan cadangan baterai Anda. Pasalnya, suhu dingin dapat memengaruhi kemampuan baterai dan bisa menguranginya hingga tinggal seperempatnya. Bawalah cadangan baterai lebih banyak. Jika memungkinkan, bawa juga dry box dan silica gel untuk melindungi kamera Anda.
- Bawalah tripod untuk membantu pemotretan pada situasi-situasi tertentu. Tripod sebenarnya bukan monopoli fotografer profesional. Ada banyak situasi di mana Anda membutuhkan tripod, misalnya pada saat senja di mana cahaya matahari sudah tidak kuat lagi, atau juga saat cuaca mendung. Tripod sendiri banyak macamnya. Pilihlah jenis yang kecil dan memiliki sarung yang mudah dibawa-bawa.
- Kamera digital merupakan perangkat canggih yang dapat rusak apabila jatuh atau terkena air. Oleh karena itu, pastikan Anda membawanya dengan berhati-hati selama perjalanan. Jika tidak sedang dipakai, masukkan ke dalam sarung atau tas. Hati-hati juga agar kamera digital Anda tidak terkena air. Lebih baik lagi jika Anda membawa kamera yang tahan segala cuaca (all weather)
- Manfaatkan fitur-fitur kamera untuk mendapatkan variasi dan hasil gambar yang optimal. Beberapa kamera digital juga telah dilengkapi fitur-fitur untuk editing dan koreksi, misalnya fasilitas D-lightin, yang memungkinkan Anda melakukan penambahan pencahayaan pada hasil gambar yang kurang pencahayaan.
Teknik Dasar Fotografi
22 Nov 2008 2 Komentar
in Fotografi Tag:Teknik dasar fotografi
Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.
MENGENAL KAMERA DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Kamera
Ada beberapa jenis kamera seperti:
- View finder kamera
- View kamera
- Twin lens camera (Box)
- S.L / Single Lens Refflex
- Instamatic camera
- Palaraid kamera
- Kamera digital
Bagian-bagian kamera
Lensa
Menurut macamnya dikenal lensa normal sudut lebar, lensa dan lensa tele. Lensa normal adalah lensa yang sudut pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal (50 mm). Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih kecil dari normal. Dan lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal. Gabungan dari ke tiga lensa disebut lensa zoom (zoom lens). Selain itu masih ada lensa tambahan seperti lensa makro, lensa C.U dan lain-lain
Diafragma Diafragma adalah sejumlah lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau kecil. Bilangan diafragma disebut stop biasanya disingkat F. contohnya : F4 ,F5, F8 dan seterusnya. Diafragma bisa diatur dengan merubah angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1. 16.
Kecepatan /rana /shutter speed
Rana adalah sejenis tirai yang dapat dibuka selama waktu tertentu, misalnya 1/60 detik Fungsi rana atau kecepatan adalah sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya kebidang film serta untuk melindungi film dari cahaya. Rana pada kamera ada dua macam menurut gerakannya: Rana pusat dan Rana celah. Biasanya angka kecepatan pada kamera tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya. Angka-angka 1.2, 4, 8,15 menunjukkan lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan seterusnya.
T: time, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.
B: Blub, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.
T dan B : dipergunakan untuk pencahayaan lebih dari 1 detik.
Fokus (Pengatur Jarak)
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Untuk menajamkan gambar pada bidang film kita perlu mengatur jarak atau focus pada kamera dengan cara memutarnya lalu melihatnya pada jendela bidik.
Untuk memfocuskan gambar pada kamera ada beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambar rangka, micro prisma.
Skala tajam (ruang tajam)
Ada tiga faktor yang menentukan ruang tajam yaitu:
- Lensa, masing-masing lensa menghasilkan ruang tajam yang berbeda.
- Jarak pemotretan, makin jauh objek yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.
- Diafragma, makin kecil lubang diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang tajamnya semakin sempit.
Film
Film yang dijual dipasaran ada dua macam yaitu: film negatif dan film positif.
Film negatif terbagi dua: film negatif B/W dan negatif color dan film positif pun terbagi dua B/W dan color.
Masing-masing pabrik mengeluarkan standar kepekaan film umpamanya ASA Amerika , JIS jepang dan DIN Jerman. Film yang ber ASA tinggi berbutir kasar dan film yag ber ASA rendah berbutir halus.
Hal-hal yang penting diperhatikan waktu membeli film baik film negatif atau positif yaitu pada masa kadaluarsa film, bahan prosessing, tempat menjual film kena terik matahari atau terlindung.
SETTING KAMERA UNTUK MELAKUKAN PEMOTRETAN
Siapkan Kamera yang akan dipergunakan :
Bersihkan body kamera dari debu menggunakan brower atau kain planel.
Bersihkan lensa kamera dengan lens cleaner (pembersih lensa).
Pasang lensa ke body kamera. Perhatikan titik yang ada di lensa dan yang dibody kamera harus saling ketemu kemudian putarlah lensa berlawanan arah jarum jam sampai tertedangar bunyi klik.
Pasang batu baterei kamera.
Pasang pegangan lensa seperti filter dan sun cup
Mengisi film
Cabutlah engkol kombinasi penggulung film ke atas sampai punggung kamera terbuka secara otomatis.
Masukkan film ke dalam kamera jepit film dengan baik dan forforator film harus masuk di gigi pembawa film.
Film yang mengandung emulsi menghadap ke lensa kamera.
Kemudian tutup punggung kamera dan tekan sampai terdengar klik.
Untuk mengetes apakah film sudah terpasang baik atau tidak, kokanglah kamera apa bila engkol penggulung film berputar ke arah yang berlawanan dengan arah panah penggulung film, berarti film sudah terpasang dengan benar.
Menyetel kecepatan ASA film dan kecepatan rana
Pastikan ASA yang digunakan dan sesuaikan kecepatan rana dengan kemampuan anda. Hindari menggunakan kecepatan rendah, karena gambar akan kabur bila anda memotretnya kurang mampu, gunakan kaki tiga bila anda terpaksa menggunakan kecepatan rendah. Peganglah kamera dengan tangan kiri, posisi kaki kuda-kuda dan mata mengintip di jendela pengamat.
Memfokuskan lensa,
Intiplah kedalam lubang pengamat dan arahkan kamera, sehingga objek utama tampak ditengah lingkaran kecil poros mikroprisma.
Cara memfokus gambar patah (split image),
Putarlah gelang fokus sampai bagian atas dan bawah dari split image dalam lingkaran poros mikroprisma bertemu membentuk objek yang utuh.
Cara fokus mikroprisma
Putarlah gelang fokus sampai objek dalam lingkaran poros mikroprisma tampak terang.
Kalau anda kesulitan dengan cara diatas waktu memfokuskan, gunakanlah seluruh bidang kaca sekeliling lingkaran poros mikroprisma, cara ini biasa digunakan pada pemotretan malam hari. Atur komposisi sesuai dengan storyboard (rancangan gambar).
LS: long shoot, FS: fokus shoot, MS: medium shoot, CU:clouse up
Macet
21 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in Sepak Pojok Tag:jalan di jakarta, macet, sumpek
Sudah beberapa bulan ini saya merasa jalanan di kota jakarta sumpek banget. Dimana– mana macet total. Yaah, mungkin di semua ibukota negara situasinya seperti ini. Atau hanya di jakarta saja yang seperti ini. Saya jadi berpikir gimana kondisi Jakarta pada 10 tahun atau 20 tahun lagi. Apa kita masih jalan bisa keluar rumah. Karena sudah tidak ada jalan lagi untuk kita. Dimana-mana macet total.
Saat ini, kondisi lalu lintas di Jakarta sangat memprihatinkan. Dimana, semua jenis kendaraan dari yang roda dua sampai rodanya ada sepuluh, memenuhi jalanan ibukota. Dan juga dilihat dari tahun pembuatan kendaraan dari yang tahun 1960 sampai yang kendaraan tahun 2008 semua tumpek blek di jalan raya. Saya jadi tidak habis pikir, kenapa tidak diadakan pembatasan usia kendaraan oleh pemkot Jakarta.
Pemkot DKI sepertinya juga sudah memikirkan masalah ini. Seperti rencana pembuatan subway, busway, dan pembuatan jalaur transportasi air. Proyek busway yang sudah berjalan beberapa tahun ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dengan memberikan alternatif pengunaan kenadaraan umum kepada masyarakat. Namun, hasil dari proyek ini belumlah seperti yang diharapkan semua pihak. Pembangunan proyek busway yang sudah memasuki koridor kesekian nampaknya belum dapat memberikan jawaban atas masalah transportasi di Jakarta. Jalur trans jakarta, yang dikhususkan untuk bis trans Jakarta, di beberapa koridor menjadi jalur umum yang dapat dilalui oleh motor, bajaj, mobil pribadi sampai metro mini dan kopaja. Hal ini tentunya mengganggu kelancaran bus transjakarta. Jika timbul kemacetan, maka jalur busway pun ikut macet. Tentunya hal ini mengganggu kenyamanan pengguna busway. Selain itu, rencana pemkot DKI yang akan menyingkirkan angkutan umum yang trayeknya sama dengan busway, tidak terlaksana sampai sekarang. Alhasil bus umum dan bus transjakarta kelihatan seperti kejar-kejaran untuk berebutan penumpang di jalan. Jalur subway yang sudah diagendakan oleh Pemkot DKI juga sepertinya berhenti ditempat. Saya tidak tahu apakah proyek yang sudah ada tiang pondasinya ini, apakah akan dilanjutkan pembangunannya atau apakah akan dibongkar lagi. Jalur sungai yang juga akan dijadikan jalur transportasi, sepertinya juga tidak bisa berjalan. Karena sungai-sungai di Jakarta dijadikan Tempat Pembuangan Akhir sampah warga jakarta.
Saya hanya berandai-andai, jika kendaraan umum yang trayeknya sama dengan busway disingkirkan, jika usia kendaraan (kendaraan yang tahun pembuatannya tahun 2000 keatas) saja yang boleh melintasi jalur lalulintas Jakarta, jika kendaraan seperti bajaj dijadikan rumpon di laut Jawa, Jika semua pengendara yang boleh lewat jalur umum mempunyai SIM dari jalur yang benar (tidak lewat calo), mungkin kondisi lalulintas di jakarta akan lebih baik.
Surabaya
20 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in Catatan Perjalanan Tag:aksp, surabaya
Akhirnya saya tiba lagi di di bandara Juanda Surabaya. Kok beda ya bandaranya. Satu setengah tahun lalu bandara Juanda tidak seperti ini. Setelah saya tanyakan kepada karyawan bandara, ternyata memang itu adalah bandara baru yang menggantikan bandara lama walaupun dengan nama yang sama.
Setelah istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Narita dengan menaiki taksi. Diperjalanan menuju hotel Narita, saya teringat perjalanan saya satu setengan tahun lalu dikota ini.
Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M. Banyak versi memang tentang asal usul kota Surabaya. Versi lain mengatakan bahwa nama Surabaya berasal datri cerita tentang perkelahian hidup mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu.Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat paneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis. Karena keduanya meninggal kehabisan tenaga.
Ada versi lain yang mengatakan bahwa kata “Surabaya” berasal dari mitos pertempuran antara ikan Suro (sura) dan Boyo (buaya). Yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya muncul setelah terjadinya perang antara ikan Sura dan Buaya (Baya).
Konferensi AKSP
Tujuan kami ke Surabaya kali ini adalah untuk mengahadiri konferensi penelitian Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik (AKSP) yang pertama. dan diadakan pada tanggal 25-26 April 2007 bertempat di gedung Pasca sarjana UPN “Veteran”, Surabaya. Dan ternyata animo masyarakat terhadap konferensi ini sangat tinggi, hal itu terlihat dari daftar absen peserta yang mencapai ratusan orang.
Konferensi ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama setelah pembukaan langsung diadakan workshop metodologi penelitian. Dan setelah rehat siang, acara dilanjutkan didalam ruangan kelas, sebanyak lima kelas dipakai untuk diskusi tersebut. Malam harinya, setelah makan malam, diadakan acara ramah tamah oleh panitia sampai pukul 08.00 malam.
Hari kedua, acara masih dilanjutkan didalam kelas sampai pukul 13.00 WIB. Dilanjutkan dengan acara penutupan.
Setelah menghadiri acara tersebut, kami kemudian istirahat di hotel. Setelah istirahat sejenak itu, kami menuju bandara. Dalam perjalanan ke Bandara Juanda tersebut, saya menyempatkan mampir di toko Batik Kertajaya yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap. Ah, saya akhirnya membeli dua buah batik untuk saya dan istri saya.
Teluk Kiluan
20 Nov 2008 5 Komentar
in Catatan Perjalanan Tag:lampung, teluk kiluan
Sinar matahari yang mulai meredup berbias di laut lepas. Suara ombak menghantam karang terdengar dalam ritme yang teratur. Beberapa ekor burung terbang melintas. Sore di Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, sungguh tenang dan damai. Sungguh sebuah pemandangan indah yang sangat sayang jika dilewatkan.
Tidak hanya kedamaian yang didapat dari mengunjungi teluk ini. Laut yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia itu juga kaya akan berbagai jenis biota laut seperti ikan, terumbu karang, dan berbagai jenis organisme lainnya. Salah satu yang khas di Teluk Kiluan adalah atraksi lumba-lumba di laut lepas.
Setidaknya ada dua spesies lumba-lumba di Teluk Kiluan. Spesies pertama, yang berbadan lebih besar dengan tubuh berwarna abu-abu dan sedikit pemalu, adalah Lumba-lumba Hidung Botol. Lumba-lumba yang lain adalah Lumba-lumba Paruh Panjang, yang bertubuh lebih kecil dan senang melompat.
Kedua jenis lumba-lumba itu cukup akrab dengan manusia. Lumba-lumba senang mendekati perahu atau kapal yang tengah melintas di laut. Dari jauh, tampak sirip mereka, mirip antena kapal selam yang semakin lama semakin mendekat. Setelah dekat, lumba-lumba pun berloncatan, bergantian menyelam, timbul tenggelam, hampir tidak ada jarak dengan perahu. Mereka seolah berlomba menunjukkan diri kepada manusia dan mudah disentuh. Lumba-lumba itu tampak sangat menggemaskan, ingin rasanya memeluk dan menciumi mereka.
Kekayaan alam.
Atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan memang merupakan salah satu kekayaan alam yang dapat dijual sebagai obyek wisata. Jumlah lumba-lumba di Teluk Kiluan bahkan mencapai ribuan ekor, tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Lengkalit, Teluk Bera, Pulau Legundi, Pulau Rakata, Pulau Tabuan, dan Pulau Hiu.
Konon, pada tahun 1980-an, lumba-lumba sering muncul di pinggir pantai. Bahkan, menurut Amin, nelayan dari Desa Bandung Jaya, Kelumbayan, penduduk sering berteriak ”ribuan… ribuan”.
Lalu muncul ribuan lumba-lumba dari balik gelombang laut. Lumba-lumba itu seakan menari dan menunggang gelombang. Kini, dengan semakin maraknya perburuan lumba-lumba, mereka hanya dapat disaksikan di tengah laut.
Perjalanan dengan perahu dari dermaga sederhana di Desa Bandung Jaya hingga ke tengah laut, yang memakan waktu antara satu hingga dua jam, terasa tidak membosankan. Meski gelombang laut lumayan dahsyat, pemandangan di sepanjang jalan sangat memesona.
Teluk Kiluan dianugerahi belasan bahkan puluhan ”pulau” karang yang indah. Tidak seperti laut pada umumnya yang penuh sampah dan berbau sehingga tidak lagi berwarna biru, laut di Teluk Kiluan berwarna kebiruan dan begitu jernih. Jika beruntung, berbagai jenis ikan bisa dilihat dengan mata telanjang, mulai dari aneka ikan hias yang cantik hingga berbagai jenis ikan yang biasa disantap.
Karena tergolong laut dalam, berbagai ikan pelagis dapat ditemukan di Teluk Kiluan. Ikan tongkol, lemadang, tuna, hingga golongan ikan karang seperti kerapu mudah ditemukan di sana. Teluk Kiluan juga terkenal sebagai surga bagi lobster, cumi-cumi, dan kepiting.
”Saya hanya iseng mengikat jala di sekitar perahu. Pulangnya, saya dapat puluhan ekor ikan tongkol,” ungkap Solihin, seorang nelayan dari Desa Bandung Jaya.
Setelah dibersihkan, ikan-ikan itu lalu dijepit dengan dua bilah bambu. Solihin membakar batok dan sabut kelapa, sampai asapnya mengepul. Ikan-ikan itu lalu diasapi hingga berwarna kehitaman, menebarkan aroma yang membangkitkan selera. Setelah matang, disajikan dengan sambal seruit, sambal khas Sumatera Selatan yang berbahan mangga.
Ikan tongkol asap itu lebih nikmat disantap di pinggir Pantai Pasir Putih, satu lagi keelokan Teluk Kiluan. Dari Desa Bandung Jaya, pantai ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki naik turun gunung sekitar satu jam. Pantai Pasir Putih memang luar biasa putih, bersih, dan cantik. Tidak ada sampah yang mengganggu pemandangan atau kerumunan pedagang yang tidak teratur.
Jejak Penyu Sisik dan Penyu Hijau terlihat jelas di atas pasir. Jika beruntung, kita memang dapat mengintip saat kedua jenis penyu itu menggali lubang untuk menyimpan telurnya di dalam pasir.
Mungkin karena penyu-penyu itu baru saja bertelur, yang tampak hanya lubang-lubang bekas penyu menyimpan telur. Di sebuah lubang tampak telur penyu sisik berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dari bola pingpong. Rupanya lubang itu terbuka karena digali biawak, yang belum sempat mengambil telur itu karena keburu kabur.
Tak tercantum di peta
Teluk Kiluan memang belum seterkenal Teluk Lampung atau Teluk Semangka yang sama-sama terletak di Provinsi Lampung. Teluk ini bahkan jarang tercantum di peta. Padahal, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 80 kilometer dari Bandar Lampung atau sekitar 60 kilometer dari Kota Agung, ibu kota Kabupaten Tanggamus.
Agak sulit untuk mencapai Teluk Kiluan. Apabila ingin menggunakan mobil pribadi, kendaraan terpaksa parkir di Desa Bawang, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Lampung Selatan. Dari sana, perjalanan diteruskan dengan ojek. Tarif ojek dari Desa Bawang hingga ke Teluk Kiluan sebesar Rp 30.000. Padahal, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 kilometer.
Rupanya, kondisi geografis yang sulit membuat tukang ojek memasang tarif tinggi. Untuk menuju Teluk Kiluan, motor itu harus mendaki Gunung Tanggang (1.162 meter). Jalan berupa tanah itu sangat sempit dan licin di waktu hujan.
Apabila enggan memompa adrenalin lewat jalan darat, Teluk Kiluan dapat dicapai lewat laut. Dari Teluk Betung, Bandar Lampung, teluk ini dapat dicapai dalam waktu tiga jam. Ada benarnya juga. Kalau sudah banyak tangan jahil yang merusak dan membinasakan, keindahan teluk Kiluan niscaya tinggal kenangan.
Analisa Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia
19 Nov 2008 2 Komentar
in Sepak Pojok Tag:guru, pendidikan dasar, SD
Pada tahun 1984 dicanangkan wajib belajar pendidikan dasar enam tahun, dan setelah sepuluh tahun berjalan kembalai dicanangkan oleh pemerintah melalui Inpres Nomor 1 Tahun 1994 ditetapkan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Hal ini berarti bahwa setiap anak Indonesia yang berumur 7 s/d 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar 9 Tahun sampai tamat. Dan lagi harapan itu begitu besar untuk agar masyarakat Indonesia minimal sampai tamat sekolah menengah pertama. Jika secara jujur mengevaluasi program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Enam Tahun yang sudah 10 tahun dicanangkan, kita masih dapat melihat masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang belum tamat setingkat pendidikan dasar. Permasalahan – permasalahan tersebut bukan semakin memudar, justru semakin mengkristal dan melahirkan masalah-masalah baru. Program-program baru pun muncul sebagai penunjang Wajadikdas 9 Tahun ini seperti: SMP Terbuka, SD-SMP Satu Atap, USB Dll.
Bagaimana dengan tahun 2008 ini?.
Sudah genap 14 tahun program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di canangkan oleh pemerintah Indonesia. Kondisi-kondisi permasalahan terus membanyangi hingga saat ini, kendala-kendala dari berbagai aspek fisik maupun nonfisik masih belum dapat teratasi dengan optimal. Bahkan pemerintah menjanjikan akan tuntas pada tahun 2009, dengan melihat kondisi real dimana masih banyak masyarakat yang belum dapat meniklmati pendidikan. Sungguh ini suatu ironi, dimana di UUD 1945 dinyatakan mendapatkan pendidikan adalah suatu hak warga Negara sedangkan melalui Inpres dicanangkan wajib belajar. Sebenarnya pendidikan itu adalah hak atau kewajiban ?
Pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengalami permasalahan yang cukup komplek. Baru-baru ini Indeks Pendidikan Indonesia atau EDI (Education Development Index) menurun yang dilaporkan oleh EFA (Education for All) dan dipublikasikan pada November 2007 lalu. Posisi berada dalam kategori sedang bersama 53 negara lainnya. Dengan penilaian pada kategori angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas 5 sekolah dasar. Peringkat melorot dari 58 pada tahun sebelumnya menjadi 62, setingkat di atas kita yang tahun sebelumnya sempat berada di bawah . Dari kategori penilaian tersebut dapat diketahui bahwa masih sedikit lebih baik di antara negara-negara se kawasan seperti, Kamboja, dan. Mungkin saja tahun ke depan dan Kamboja akan melampaui angka pencapaian Negara kita, ini ditunjukkan peningkatan total indeks pendidikan setiap tahunnya. Olehnya itu patut menjadi perhatian bahwa jatuhnya peringkat indeks dari tahun sebelumnya berarti kuantitas angka partisipasi pendidikan dasar menurun belum lagi kalau berbicara kualitas.
Masalah lain dalam pendidikan kita adalah tidak tersusunnya pola yang jelas dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Kurikulum sekolah yang semestinya dijadikan acuan dalam sistem pengajaran, belum bisa diterapkan dengan semestinya di beberapa daerah. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya fasilitas mengajar dibeberapa daerah. Ini menyebabkan kualitas lulusan sekolah-sekolah tersebut tidak dapat bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Indonesia.
Dan yang lebih menyediakan lagi adalah masih kurangnya tenaga pengajar di daerah-daerah pelosok. Masih banyak tenaga guru yang mengajar dari kelas satu sampai kelas enam sekolah dasar. Ini dikarenakan minimnya tenaga pengajar didaerah tersebut. Seperti terjadi didaerah Batam. Terdapat guru yang mengajar dua rombongan belajar secara bersamaan. Parahnya, dua rombongan belajar itu dididik dalam satu ruangan. Penghasilan guru sekolah dasar yang rendah menjadi alasan utama bagi putra asli daerah untuk terjun sebagai tenaga pengajar. Gaji pokok seorang guru SD bergolongan II-C sampai III-B hanya Rp 200-300 ribu. Memang masih ada beberapa tunjangan, tapi jelas jumlah itu tak cukup untuk menghidupi sebuah keluarga pada saat krisis ekonomi seperti sekarang.


Komentar Anda